Kementan Upayakan Naikkan Anggaran Jagung 10 Kali Lipat

0

Pertanianku – Kementerian Pertanian dalam hal ini bersama Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT), dan 29 Kepala Dinas Pertanian Provinsi menjalin pola kemitraan untuk menghentikan impor jagung. Salah satu upaya mewujudkannya, yakni Kementerian Pertanian harus segera menaikkan anggaran jagung hingga 10 kali lipat.

Kementan Upayakan Naikkan Anggaran Jagung 10 Kali Lipat

Pada 2014, anggaran jagung hanya Rp100 miliar, meningkat menjadi Rp1,2 triliun pada 2015. Sementara itu, pada 2016 ditingkatkan lagi menjadi Rp2,1 triliun. Bahkan, Kementan memberi tambahan anggaran Rp2,1 triliun pada tahun ini.

“Anggaran Rp3 triliun di Dirjen TP (Direktorat Jenderal Tanaman Pangan) tidak ada main-main sehingga kami meminta pengusaha juga tidak main-main,” kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, sebagaimana dikutip Republika (20/9).

Menteri Amran mengatakan, pola kemitraan antara industri pakan ternak dan petani jagung ini diwujudkan pada tahap pertama dengan mengembangkan 724 ribu hektare lahan jagung di 29 provinsi. Mentan menargetkan produksi mencapai 3,5 juta ton jagung kering pipil.

Nantinya, GPMT akan menyerap jagung tersebut sehingga menghentikan impor jagung pada 2017. Harga yang diatur pemerintah adalah Rp3.150 per kg dengan kadar air 15%. Pasalnya, jagung merupakan alternatif pangan yang bisa juga dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Indonesia sendiri merupakan lumbung jagung dunia dan berada di posisi kedelapan dengan kontribusi 2,06% terhadap produksi jagung dunia.

Namun, petani jagung kerap merasa kesulitan untuk menjual hasil panennya sementara perusahaan pakan memilih mengambil impor. Padahal, jagung lokal lebih segar dan baik untuk diolah menjadi pakan ternak. “Jagung kita lebih baik dari yang impor,” ucap Mentan.

Mentan menambahkan cara ini merupakan pola kemitraan permanen antara petani jagung dan industri pakan ternak. Pemerintah juga menggenjot produksi jagung sehingga dapat mengendalikan impor serta mendorong ekspor jagung. Untuk kebijakan jangka menengah dan panjang, ia melanjutkan, yakni dengan mendorong investasi pada lahan hutan 500 ribu hektare dan 265 ribu hektare lahan Perhutani.

“Ini merupakan solusi permanen dalam rangka mensejahterakan petani jagung dan pemenuhan kebutuhan ternak,” tutup Amran.

loading...
loading...