KKP: Budidaya Ikan Lepas Pantai Siap Dilakukan pada 2017

0

Pertanianku – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) merencanakan pembangunan budidaya ikan dengan metode keramba jaring apung (KJA) lepas pantai (KJA Offshore) pada 2017 di tiga lokasi, yakni Karimun Jawa, Provinsi Jawa Tengah, Pantai Selatan Jawa, dan Sabang Provinsi Aceh.

kkp-budidaya-ikan-lepas-pantai-siap-dilakukan-pada-2017

Dalam keterangan persnya, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, mengatakan bahwa pembangunan KJA Offshore ini bertujuan meningkatkan pemanfaatan potensi lahan budidaya laut di Indonesia. Potensi yang tergarap baru dua persen atau sekitar 281 ribu hektare (ha) dari total potensi budidaya laut sebesar 12,08 ha.

Dijelaskan Slamet, sedikitnya ada tujuh manfaat pembangunan KJA Offshore seperti untuk meningkatkan pemanfaatan lahan, meningkatkan produksi ikan budidaya, diseminasi teknologi budidaya ikan modern lepas pantai kepada masyarakat, memberikan peluang usaha baru bagi masyarakat melalui segmentasi usaha dalam melakukan penggelondongan benih ikan kakap putih dari ukuran 10 gram menjadi ukuran 100 gram per ekor (siap tebar), pemanfaatan tambak-tambak idle untuk usaha pengglondongan benih, dan penyerapan tenaga kerja serta meningkatkan pendapatan masyarakat.

KJA Offshore memiliki 8 lubang per unit dan dapat menghasilkan 568 ton kakap putih ukuran konsumsi. Dimana dibutuhkan benih ikan kakap putih ukuran 100 gr sebanyak 1,2 juta ekor. Untuk memenuhi kebutuhan benih gelondongan sebanyak itu, jika dilakukan di tambak akan diperlukan tambak seluas 290 ha. Dan apabila satu hektare dikelola oleh lima orang, penyerapan tenaga kerja yang akan dihasilkan adalah sebanyak 1.450 orang.

“Efek positif dari pembangunan KJA Offshore ini cukup banyak, termasuk meningkatkan perekonomian daerah dan mendorong terciptanya industri budidaya ikan secara berkelanjutan,” ungkap Slamet, seperti dilansir dari Okezone (5/12).

Slamet menambahkan bahwa saat ini sudah mulai proses identifikasi lokasi spesifik, penjajakan proses pengadaan barang, dan mekanisme pengelolaan.

“Karena ini sistemnya harus melalui mekanisme pengadaan barang/jasa sesuai dengan Peraturan Presiden. Jadi perlu kehati-hatian, agar semuanya dapat berjalan lancar. Kemudian, proses pengiriman serta pemasangan yang memerlukan waktu sekitar 8 bulan, maka harus dimulai pada akhir tahun 2016 ini. Ke depan, untuk operasionalisasi akan dikerjasamakan dengan BUMN yang bergerak di bidang perikanan,” jelas Slamet.

Berdasar data statistik perikanan budidaya, data sementara produksi ikan kakap putih pada 2015 mencapai 5,082 ton. Diharapkan dengan adanya KJA Offshore ini dapat memberikan kontribusi produksi yang cukup signifikan lebih dari tahun-tahun sebelumnya.

“Apabila satu unit KJA Offshore dengan delapan lubang dalam satu siklus dapat menghasilkan 568 ton, maka dari tiga unit KJA Offshore akan memberikan kontribusi produksi sebesar 1.600 ton. Kita harapkan dengan adanya pembangunan KJA Offshore ini, akan mendorong munculnya industri perikanan yang maju dan terintegrasi dengan tetap mengedepankan keberlanjutan dan keberpihakan kepada masyarakat,” tutur Slamet.

loading...
loading...