Koperasi Diimbau Ikut Impor Sapi


Pertanianku – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendorong koperasi para peternak sapi untuk bisa melakukan impor sapi bakalan. Selain itu, Mentan berpesan agar koperasi juga harus mendatangkan sapi indukan dengan perbandingan 1:10 (satu sapi indukan berbanding 10 sapi bakalan).

Koperasi Diimbau Ikut Impor Sapi

Mentan mengatakan, koperasi peternak sapi selama ini memang kurang begitu baik dalam hal pengelolaan dana. Oleh karena itu, uang yang dimiliki koperasi tersebut tidak banyak. Namun, dengan jumlah koperasi yang cukup banyak, koperasi-koperasi ini sebaiknya bekerja sama dan menjadi sebuah korporasi guna mengimpor sapi bakalan dan indukan.

“Jadi nanti koperasi yang dikorporasikan. Supaya mereka jadi kuat dan cukup dana dalam impor sapi,” ujar Mentan.

Amran menuturkan, dengan adanya korporasi dari gabungan koperasi maka korporasi tersebut bisa melakukan pinjaman dari perbankan untuk mencukupi anggaran pada saat mengimpor sapi bakalan dan indukan.

Selain itu, dengan adanya korporasi maka perusahaan dari gabungan koperasi ini tidak hanya bisa ikut berperan dalam mengimpor sapi indukan. Korporasi juga bisa membangun perusahaan feedloter tersendiri. Persoalan yang selama ini menghambat di hulu hingga hilir terkait peternakan sapi pun diharap bisa teratasi dengan keberadaan korporasi tersebut.

Menurut Amran, selama ini jumlah sapi di peternak semakin berkurang. Sapi indukan pun mulai terancam karena banyak peternak memilik memotong sapi indukan guna menutupi perekonomian. Untuk itu, Mentan akan berupaya untuk mengikutsertakan para peternak dalam beternak sapi indukan hasil impor. Dengan begitu, jumlah sapi anakan setiap tahunnya akan bisa bertambah.

Mentan berharap, sapi bakalan setiap tahunnya bisa berkurang dengan semakin banyaknya sapi yang dihasilkan dari sapi indukan yang didatangkan. Sebab pada tahun tertentu, pasti akan ada kelebihan jumlah sapi karena sapi indukan yang didatangkan pada saat impor. “Kalau tidak dipakai cara ini, kita akan impor terus. Kalau begitu negara kita bisa habis,” tutup Amran.

Baca Juga:  Provinsi Lampung Menargetkan Produksi Gabah Lampung 4,6 Juta Ton
loading...
loading...