Lada Perdu: Andalan Tanaman Rempah Indonesia


Pertanianku – Lada merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memiliki peluang yang bagus untuk terus dikembangkan. Lada menjadi salah satu andalan tanaman rempah di Indonesia, yang sudah sejak zaman dahulu dibudidayakan oleh masyarakat. Lada juga memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi karena menjadi salah satu komoditas rempah yang diekspor oleh Indonesia.

Para petani budidaya lada, selama ini mengalami kesulitan dalam budidaya tanaman lada karena tanaman ini membutuhkan tegakan atau media rambatan dalam pertumbuhannya. Tegakan ini bisa berupa tegakan mati yang dibuat dari bambu, kayu, atau bahan lainnya yang bisa dijadikan rambatan tanaman lada. Ada pula tegakan hidup yang berupa pohon berkayu keras yang juga ditanam di kebun milik petani.

Penggunaan media rambatan atau tegakan ini dianggap merepotkan petani dalam budidaya lada. Selain pembengkakan pada biaya penanaman karena harus menyiapkan tegakan, petani juga harus melakukan perawatan yang lebih dan juga direpotkan ketika pemanenan lada. Selain itu, produktivitas lada juga dianggap kurang maksimal jika menggunakan tegakan hidup berupa pohon. Ini karena pemupukan yang dilakukan pada tanaman lada juga akan terserap oleh pohon yang dijadikan rambatan. Proses pemangkasan pohon yang dijadikan tegakan juga harus dilakukan secara rutin. Jika tidak, rindangnya daun akan menutup dan menghalangi pertumbuhan tanaman lada.

Sebagai solusi dari kesulitan petani lada, sekarang ini telah banyak dikenalkan jenis lada perdu. Tanaman lada perdu dianggap lebih efisien dalam biaya produksi dan memiliki produktivitas hasil panen yang lebih maksimal. Ini karena lada perdu tidak membutuhkan media rambatan atau tegakan dalam penanamannya. Lada perdu juga memiliki keunggulan dalam perawatan dan pemanenan yang lebih mudah karena tanaman ini tumbuh layaknya tanaman jenis perdu lainnya.

Baca Juga:  Produksi Kopi Arabika 2017 Turun Hingga 50%

Pembibitan yang mudah

Pembibitan lada perdu diperoleh dari perbanyakan secara vegetatif (setek) cabang buah tanaman lada. Bahan tanaman yang dipilih tersebut sebaiknya tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda. Bahan tanaman bisa diambil dari cabang utama yang memiliki 3 – 4 daun. Batang setek yang disiapkan, untuk bagian sulur panjatnya harus dibuang agar tidak kembali menjadi bibit lada panjat/rambat. Setek juga bisa diambil dari cabang tanaman yang sudah berbuah, dengan memotong pada bagian pangkal batangnya.

Pembibitan dapat dilakukan dengan menggunakan media tanam polybag, untuk memaksimalkan hasil sebaiknya digunakan kerubung atau tutup dengan menggunakan plastik. Sebelum ditanam, bagian setek pada pangkal yang sudah dipotong rata bisa direndam semalaman dengan air kelapa yang dicampur dengan air biasa dengan perbandingan 1 : 4. Perendaman dengan larutan air kelapa bertujuan memacu pertumbuhan dari batang setek.

Lama pendederan adalah 21 hari sampai 1 bulan. Jika bibit hasil pendederan sudah jadi, kerubung plastik bisa dibuka dan selanjutnya bisa mulai dilakukan perawatan dengan penyiraman secara teratur. Setelah lebih dari 6 bulan dan bibit dianggap sudah jadi, bibit lada perdu siap ditanam pada lahan atau menggunakan polybag dengan ukuran yang lebih besar.

Penanaman dan perawatan murah

Lada perdu tidak membutuhkan rambatan atau tiang panjat dalam pertumbuhannya. Oleh karena itu, petani tidak perlu menyiapkan tegakan sehingga lebih hemat biaya tanam. Petani cukup menyiapkan lubang tanam dengan ukuran 40 × 40 cm dengan jarak tanam 1,5 meter antara lubang satu dan lubang lainnya. Petani bisa menggunakan pupuk kandang untuk memperkaya unsur hara tanah dalam lubang tanam sebagai tahap awal sebelum bibit lada ditanam.

Lada perdu memiliki keunggulan cepat berbuah sehingga bisa berproduksi lebih awal dalam umur 2 tahun. Dan karena tanaman yang bersifat perdu, penyiraman dan perwatan lainnya pun akan lebih mudah. Bahkan, beberapa petani menanam lada perdu dalam media polybag dengan menggunakan plastik atau wadah lainnya yang berukuran besar. Dengan cara ini, tanaman lada bisa dengan mudah dipindah dan bisa dimanfaatkan sebagai tanaman pekarangan atau halaman rumah.

Baca Juga:  Produksi Kopi Arabika 2017 Turun Hingga 50%

Pemanenan tergolong mudah

Jika para petani lada mengalami kesulitan pemanenan pada tanaman lada karena harus memanjat atau menggunakan alat bantu untuk mencapai buahnya. Hal ini tidak berlaku pada proses pemanenan lada perdu karena lada perdu tidak tumbuh tinggi sehingga pemanenan bisa dilakukan dengan mudah. Petani budidaya lada perlu tidak lagi direpotkan dengan proses pemanenan dan tidak perlu mengeluarkan biaya panen yang besar.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, petani bisa menunda masa panen. Caranya adalah dengan membuang bunga atau buah yang terbentuk pada awal penanaman. Dengan cara ini, tanaman akan berkembang dengan lebih maksimal. Semakin berkembang tanaman, hasil panen yang dihasilkan pun akan semakin banyak dan terus bertambah setiap tahunnya.

loading...
loading...