Melihat Potensi Usaha Es Krim Sayuran Beromzet Rp10 Juta per Bulan


Pertanianku – Es krim merupakan salah satu makanan yang sangat populer di seluruh dunia. Bahkan, bisa dikatakan tak ada satu orang pun yang belum pernah mengonsumsi es krim. Namun, apa jadinya jika es krim yang identik dengan rasa buah dan cookies, dibuat dari sayuran? Sungguh aneh bukan?

melihat-potensi-usaha-es-krim-sayuran-beromzet-rp-10-juta-per-bulan

Ide kreatif ini datang dari Nur An Nisaa, mahasiswi UIN Sunan Ampel, Surabaya, Jawa Timur membuat inovasi usaha di bidang kuliner dengan membuat es krim dengan bahan baku sayuran.

Nur An Nisaa telah merintis usaha es krimnya tersebut sejak dibangku kuliah pada 2011 lalu. Awalnya, Nisaa mengumpulkan uang sakunya selama satu bulan untuk membuka usaha es krim sayurannya yang ia beri nama Gorgan’s Ice Cream.

“Modal awalnya Rp500.000, zaman saya kelas 2 SMA dulu tahun 2011, saya ngumpulin uang jajan selama sebulan,” kata An Nisaa, seperti dilansir DetikFinance (19/12).

Nisaa mengaku tertarik membuat es krim dari sayuran karena ingin membuat sayuran lebih disukai oleh masyarakat.

“Karena es krim kan semua orang suka ya, jadi saya mikir bagaimana caranya supaya sayuran lebih disukai,” jelas Nisaa.

Pada awalnya, Nisaa mengaku, perlu memperkenalkan produknya kepada masyarakat secara rutin dengan mendatangi beberapa tempat seperti posyandu, TK, dan sekolah.

“Awalnya harus mengedukasi masyarakat saja kalau sayuran harus disukai. Saya bagi-bagi tester ke mereka untuk mencoba tapi nggak bilang itu rasa apa, biar mereka cobain saja dan ngomong rasanya seperti apa,” tutur Nisaa.

Bahan baku utama pembuatan es krim ini adalah sayuran dengan beberapa campuran bahan lainnya untuk memperkaya rasa. Sayuran yang digunakan juga beragam, mulai dari sawi, wortel, bayam merah, tomat, kol ungu, dan sawi pokcoy.

Baca Juga:  Belalang Diolah Jadi Nugget, Berani Coba?

“Bahan baku utamanya sayuran dari sawi, wortel, bayam merah, tomat, kol ungu, sama sawi pokcoy. Sayuran ini lalu dicampur dengan beberapa bahan lain seperti susu, telur, dan gula low fat,” jelas Nisaa.

Dirinya menggunakan teknologi manipulasi rasa dalam mengolah es krim buatannya. Teknologi manipulasi rasa ini digunakan untuk menarik minat konsumen untuk mencoba produk buatannya.

Teknologi manipulasi rasa ini diterapkan pada dua varian rasa sayuran saja, yaitu sawi yang dimanipulasi menjadi rasa alpukat dan kol ungu yang dibuat menjadi rasa blueberry.

“Di sini ada rasa blueberry sama alpukat juga, tapi itu dibuat dari teknologi manipulasi rasa. Kayak alpukat dibuat dari sawi dan blueberry dibuat dari kol ungu,” lanjutnya.

Saat ini, produk es krim unggulannya adalah es krim rasa alpukat dan blueberry yang masing-masing terbuat dari sawi dan kol ungu.

“Untuk sekarang sih yang paling laku ya es krim dari sayur sawi yang rasa alpukat sama es krim dari kol ungu yang rasa blueberry,” jelasnya.

Hingga saat ini, varian produknya sudah mencapai 20 jenis yang terdiri atas es krim sayur dan kapsul es krim. Kapsul es krim merupakan kue yang terbuat dari es krim sayuran.

“Sekarang sih sudah ada 20 item-lah untuk es krim sayur dan kapsul es krim. Kalau kapsul es krim itu kue tapi dari es krim yang biasanya buat kue ulang tahun,” tambahnya.

Harga yang ditawarkan An Nisaa beragam, mulai dari Rp15.000 sampai Rp260.000.

“Kalau es krim sayur yang biasa kita jual Rp15.000, kalau yang kapsul es krim itu dari Rp45.000 sampai Rp260.000 dengan diameter 20 cm,” ujarnya.

Baca Juga:  Cara Baru Olah Daging Kambing Tak Bau Prengus, Cek di Sini!

Omzet yang didapatkan Nisaa mampu melebihi pendapatan karyawan biasa. Dirinya mengaku mampu meraup omzet sedikitnya Rp10 juta setiap bulan dari usaha es krim tersebut. An Nisaa juga mengaku, saat ini mendapatkan pasokan bahan baku dengan membeli sayuran dari petani sayuran.

loading...
loading...