Mendag Akan Datangkan Investor Pertanian ke Kebumen


Pertanianku – Menteri Perdagangan Republik Indonesia (Mendag) Enggartiasto berjanji mendatangkan investor, guna memaksimalkan serapan hasil pertanian di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Dengan menghubungkan petani pada investor, setidaknya komoditas hasil panen sudah memiliki kejelasan nasib akan disalurkan pada siapa.

Mendag Akan Datangkan Investor Pertanian ke Kebumen

“Saya akan datangkan investor. Nanti investor akan kita hubungkan dengan petani dan pengusaha lokal agar mereka mau menanam komoditas pertanian di sini,” ucap Enggartiasto pada panen raya dan rencana tanam jagung 5.000 hektare di Desa Ambalkliwonan, Kecamatan Ambal, Kebumen, Jateng, seperti dilansir Republika (11/10).

Melalui kerja sama yang terjalin, investor akan memberikan bantuan pada petani, baik berupa benih maupun pupuk. Dengan kerja sama tersebut, petani pun wajib menyetorkan hasil panennya pada investor. Kondisi ini jelas memberikan keuntungan bagi dua belah pihak. Di mana investor bisa memperoleh harga murah, dan petani mendapat kejelasan pemasaran.

“Jadi petani tidak perlu lagi khawatir untuk menanam jagung atau komoditas lain. Kan sudah jelas pembelinya siapa,” jelas Enggartiasto.

Meski demikian, ia mengingatkan agar petani tetap mempertahankan harga jual komoditas sesuai dengan ketentuan pemerintah pusat. Pasalnya, setiap komoditas memiliki batas terendah harga jual, seperti jagung senilai Rp3.150 per kg.

Jika pola kerja sama investor dan petani tersebut sudah berjalan, Enggartiasto yakin kesejahteraan petani akan meningkat. Di sisi lain kebutuhan pangan lokal pun dapat dipenuhi oleh produksi dalam negeri. Dengan begitu, negara tidak perlu impor lagi dari luar negeri.

Enggartiasto menambahkan sistem kerja sama itu tidak hanya berlaku di sektor pertanian jagung, tetapi juga berlaku bagi komoditas lain. Bahkan, hal yang sama juga dapat diterapkan pada sektor peternakan, termasuk pada sapi pedaging.

Baca Juga:  Ini Kata Mentan Soal Musim Kemarau Terkait Produksi Beras Lokal

Selain menghidupkan jaringan investasi, Kemendag juga berencana membenahi pasar-pasar tradisional yang terdapat di daerah tersebut. Hal ini karena melalui pasarlah komoditas pertanian disalurkan.

loading...
loading...