Mengenal Ikan Patin Jambal


Pertanianku – Ikan patin jambal merupakan salah satu jenis ikan asli perairan Indonesia. Patin ini banyak terdapat di beberapa sungai-sungai besar di Kalimantan, Sumatera, dan Jawa. Nama lain untuk patin jambal, yaitu patin jendil. Patin jambal mempunyai daging putih (white meat) dan tidak berserat sehingga memiliki syarat untuk komoditas ekspor. Selain itu, permintaan ekspor patin daging putih terus meningkat, terutama permintaan dari negara Uni Eropa, Amerika Serikat, dan pasar Asia. Patin jambal termasuk jenis patin lokal berdaging putih asli Indonesia yang berpeluang menjadi komoditas ekspor.

mengenal-ikan-patin-jambal

Namun, dalam pengembangannya, patin jambal mempunyai beberapa kendala atau kelemahan, di antaranya sebagai berikut.

  1. a) Jumlah induk patin jambal masih sangat terbatas.
  2. b) Fekunditasnya rendah, yakni hanya mampu menghasilkan telur dalam ± 10.000 butir telur per kg bobot badan induk.
  3. c) Patin jambal sulit untuk dikembangkan secara masal karena membutuhkan lingkungan perairan khusus. Daya tahan/toleransinya terhadap kondisi lingkungan perairan juga rendah.

Dari kelemahan tersebut, patin jambal memiliki kelebihan, yaitu larva patin jambal tidak bersifat kanibal, tidak seperti larva patin siam atau patin pasupati yang bersifat kanibal.

Patin jambal pertama kali dipijahkan pada tahun 1997 melalui proyek kerja samaantara Loka Riset Pemuliaan dan Teknologi Budidaya Perikanan Air Tawar (LRPTBAT)  Sukamandi (Jabar) dengan Institu de Recherche pour le Developement (IRD), Prancis. Saat ini, teknologi pemijahan ikan patin jambal dengan pembuahan buatan (induce breeding) mulai banyak dilakukan.

Namun, hingga saat ini pembenihan patin jambal baru dilakukan oleh institusi pemerintah seperti balai budi daya/riset maupun Balai Benih Ikan (BBI). Namun, belum ada kegiatan pembenihan patin jambal yang dilakukan oleh masyarakat umum. Hal ini karena teknik pembenihan masih belum memasyarakat secara luas dan pasokan induk serta induk siap pijahnya masih terbatas.

Baca Juga:  Nelayan dapat Bantuan Alat Tangkap Ikan Ramah Lingkungan

 

Sumber: Buku Panduan Lengkap Agribisnis Patin

loading...
loading...