Mengenal Jenis Kolam untuk Budi Daya Ikan

0

Pertanianku – Kolam merupakan sarana untuk membudidayakan dan memelihara ikan. Jenis kolam ikan pun sangat beraneka ragam. Bahkan, membuat kolam ikan dapat menggunakan bahan-bahan yang sudah tak terpakai. Berikut beberapa jenis kolam ikan untuk budi daya ikan yang harus Anda ketahui.

Mengenal Jenis Kolam untuk Budi Daya Ikan

  • Keramba sungai

Keramba adalah tempat pemeliharaan ikan berbentuk segi empat yang terbuat dari bambu atau kayu yang diletakkan pada air mengalir seperti sungai atau saluran air. Ikan yang dipelihara umumnya ikan mas.

  • Keramba jaring apung

Keramba apung merupakan sistem pemeliharaan ikan dengan menggunakan jaring berukuran 7×7×2 m dengan rakit bambu/kayu yang diapungkan dengan drum plastik atau styrofoam. Wadah pemeliharaan ini banyak diterapkan di beberapa waduk yang ada di Indonesia seperti Waduk Saguling, Waduk Cirata, Waduk Jatiluhur, Waduk Wadaslintang, Waduk Kedung Ombo, dan Waduk Gajah Mungkur.

  • Pagar (Fence)

Penggunaan sistem pagar (fence) sebagai wadah pemeliharaan ikan pada umumnya diterapkan di danau-danau di Pulau Sumatera, khususnya Sumatera Selatan. Sampai sekarang, masih banyak anggota masyarakat yang tinggal di dekat sungai yang memelihara ikan dengan sistem fence ini. Sistem pagar (fence system) ini adalah pemeliharaan ikan dengan pemberian pakan ke dalam petak-petak yang dipagar dengan bilah bambu atau jaring.

  • Pen system (Hampang)

Pen system berbeda dengan fence system. Sistem ini dikenal sebagai hampang, yaitu budi daya yang diterapkan dengan memanfaatkan reservoir yang dibagi dengan jarring sebagai pematang. Lokasi budi daya tipe ini sepenuhnya bergantung pada kesuburan tanah, kedalaman air, dan cara pemanenan. Sistem pemeliharaan dalam hampang (pen system) ini merupakan sebuah kegiatan pemeliharaan yang penting di beberapa daerah Indonesia.

  • Raceway

Sistem pemeliharaan raceway merupakan sistem pemeliharaan pada air yang mengalir dengan feeding system ataupun tidak yang dilakukan di saluran air.

  • Saluran irigasi

Pemeliharaan ikan di saluran irigasi biasa dilakukan oleh masyarakat di Bali. Mereka membersihkan saluran irigasi, lalu memagarnya dengan dua batas dan memelihara ikan di dalamnya.

  • Kolam karpet

Kolam karpet merupakan kolam yang banyak digunakan. Komoditas yang banyak dibudidayakannya adalah ikan lele. Penggunaan kolam karpet disebabkan oleh lahan yang sering kebanjiran.

Kolam ini menggunakan dinding kayu yang praktis karena lebih murah dibandingkan dengan bahan material lain seperti pasir, semen, atau batu bata. Untuk menahan volume air agar tidak mengalami kebocoran, dinding kayu tersebut dilapisi dengan karpet (bahan untuk melapisi talang air rumah, tetapi ukurannya lebih lebar). Kolam karpet dapat mengatasi risiko yang terjadi pada kolam galian ataupun kolam semen.

  • Kolam terpal

Kolam terpal adalah kolam yang hampir mirip dengan kolam karpet, hanya saja bahan pelapis untuk menahan air terbuat dari terpal. Cara ini juga dapat meminimalkan risiko kehilangan air karena kebocoran kolam. Kolam terpal memiliki kelemahan, di antaranya kurang subur karena plankton lebih sulit tumbuh.

  • Kolam plastik

Kolam plastik sebenarnya sudah populer sejak dulu. Bahkan, Balai Benih Ikan Ciganjur, Jakarta, sudah mengaplikasikan kolam plastik sejak lama. Tujuan utamanya waktu itu adalah untuk menampung dan memberok benih sebelum diangkut ke luar Jawa seperti Kalimantan. Kolam plastik sekarang menjadi tren, terutama untuk menyediakan tempat budi daya ikan di lahan yang tanahnya poros. Seperti di Pontianak, Banjarmasin, dan beberapa daerah lainnya yang bertanah gambut, melapisi permukaan kolam dengan plastik adalah langkah yang sering ditempuh untuk menahan air dan menghindari peningkatan keasaman tanah.

  • Kolam kayu

Kolam kayu bisa menjadi alternatif karena lebih murah dibandingkan dengan bata, pasir, dan semen. Kolam kayu memiliki pintu pemasukan dan pembuangan air seperti kolam tradisional.

  • Bak fiber

Penggunaan bak fiber sebagai wadah pemeliharaan ikan lebih banyak digunakan oleh instansi pemerintah. Hal itu karena harganya relatif mahal. Namun, saat ini sudah banyak yang mulai beralih ke wadah ini karena cukup awet dan penggunaannya pun lebih praktis.

 

Sumber: Buku Aneka Kolam Ikan

loading...
loading...