Mentan: Impor Jagung Turun 60%

Pertanianku – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pada kuliah umum yang ia hadiri di Universitas Makassar (UIM) impor jagung pada 2016 mengalami penurunan sebanyak 60% dari tahun sebelumnya.

Mentan: Impor Jagung Turun 60%

Ini sungguh suatu pencapaian yang sangat luar biasa. Seperti yang kita ketahui sebelumnya, Indonesia selalu melakukan impor jagung dalam jumlah banyak setiap tahunnya.

“Hasil dari kerja keras kita selama ini. Alhamdullillah ada tanda-tanda baik, dan khusus jagung, bahkan impor jagung turun 60%. Ini tentu begitu ektrim turunnya,” ucap Mentan di Makassar, Sulawesi Selatan, sebagaimana dikutip Antaranews (17/10).

Mentan mengatakan bahwa, selain impor jagung yang angkanya menukik tajam, juga terjadi hal positif terhadap beberapa komoditi lain, di antaranya cabai tidak impor dan bawang yang sebelumnya impor kini justru bisa melakukan ekspor.

Terkait penurunan impor jagung tersebut, Amran menilai, angka saat ini merupakan yang tertinggi selama Indonesia merdeka.

Amran menjelaskan, salah satu hal yang membuat impor bawang juga bisa menurun drastis karena adanya perubahan kebijakan dengan mencabut aturan akhir musim penanaman bawang sehingga produksinya meningkat tajam.

Selain itu, pemerintah melakukan revolusi di berbagai sektor, termasuk di Kementerian Pertanian mulai dari revolusi sumber daya manusia (SDM), infrastruktur, dan ekspor-impor yang kini mampu dikendalikan.

“Artinya, untuk masalah impor tentu harus sesuai dengan tingkat kebutuhan, bukan dasar keinginan sekelompok orang yang ingin mengambil keuntungan besar dari kebijakan pemerintah dalam melakukan impor,” tambah Mentan.

Pihaknya juga tidak ragu dalam memberikan nasihat bagi orang yang mencoba merayu agar mengeluarkan kebijakan melakukan impor komoditi.

“Jadi, soal itu ataupun lainnya itu tidak boleh dilakukan. Kita impor memang karena kebutuhan bukan karena masalah lain,” tutup Andi Amran Sulaiman.

loading...
loading...