Mentan: Kalimantan Barat Berpotensi Jadi Sentra Bawang Merah

0

Pertanianku – Menteri Pertanian menilai bahwa Kalimantan Barat bisa menjadi salah satu sentra produksi bawang merah tanah air. Hal ini karena Kalimantan Barat memiliki potensi besar panen bawang terbesar di Kalimantan.

Mentan: Kalimantan Barat Berpotensi Jadi Sentra Bawang Merah

“Tampaknya sentra bawang merah akan berpindah ke Kalimantan Barat. Ini bisa dilihat, karena di lahan percontohan PKK Provinsi Kalbar di Ngabang, Kabupaten Landak saja, bawang yang ditanam di lahan 1 hektare itu bisa menghasilkan 16 ton dan ini sangat luar biasa,” ucap Mentan, sebagaimana dilansir Antaranews (25/10).

Panen tersebut merupakan inisiatif dari ibu-ibu PKK yang mengeluhkan tingginya harga bawang merah di pasar. “Kami apresiasi Ibu Gubernur Kalimantan Barat, yang mengatakan, ini gagasan luar biasa dimulai menanam bawang. Produksinya 16 ton per hektare. Kalau ini dikembangkan luar biasa,” tutur Amran.

Menurut Amran, ini merupakan pertama kalinya tanam bawang merah di Kalbar. Sebelumnya bawang merah hanya berasal dari Jawa Tengah, sehingga biaya distribusinya membuat harga bawang mahal, ongkos angkutnya juga konsumen yang bayar.

Saat ini harga bawang merah di Kabupaten Landak sekitar Rp40.000 per kg, sehingga dengan volume panen tersebut, petani mendapatkan omzet Rp600 juta.

Amran mengatakan hal ini akan menguntungkan daerah. Oleh karena itu, pada 2017 mendatang Mentan menargetkan 100 hektare lahan untuk ditanami bawang agar menambah pendapatan daerah dan mengurangi inflasi akibat biaya distribusi bawang merah.

“Kita hitung saja 1 hektare bisa Rp600 juta, ini luar biasa, harga saat ini di Kalimantan Barat, biaya produksinya Rp200 juta. Ada untung Rp400 juta, artinya itu perbulan Rp200 juta. Itu jauh dari gaji menteri sehingga kami minta Pak Kadis ini ditambah 100 hektare,” tambah Amran.

Di tempat yang sama, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalbar Frederika Cornelis, mengaku ibu-ibu mengeluh harga bawang mahal karena dikirim dari Jawa. Oleh karena itu, muncullah percobaan untuk menanam bawang di lahan 1 hektare.

“Karena setiap bulan itu naik harganya kita coba tanam bawang ternyata bisa. Mau lihat 1 hektarenya seberapa sih ternyata dengan 16 ton jadi nggak sia-sia juga,” ujar Frederika.

Frederika yang juga Ketua Forikan Kalbar mengatakan, ini baru percontohan kalau sudah 16 ton, dia akan memberikan bantuan cuma-cuma 100 hektare.

“Mudah-mudahan kami tim penggerak PKK Provinsi bisa mensosialisasikan sehingga meyakinkan masyarakat itu mau nanam bawang karena kalau orang desa itu tidak mau dia kalau belum lihat kerja nyata,” tutup Frederika.

loading...
loading...