Mentan: Kalimantan Harus Mandiri Pangan


Pertanianku – Menteri Pertanian Amran Sulaiman melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Barat bertemu dengan beberapa petani daerah. Amran berharap Kalimantan dapat mandiri pangan sehingga tidak dikirim lagi bahan makanannya dari luar Kalimantan.

Bulog Akan Menjadi Badan Pangan Nasional, Benarkah?

“Intinya kita ingin Kalimantan mandiri dengan gerbang tani mau turun ke sawah. Sawah harus menjanjikan,” jelas Amran baru-baru ini saat menghadiri acara pengukuhan Gerbang Tani, Kabupaten Singkawang, Kalimantan Barat, sebagaimana dilansir dari DetikFinance (28/10).

Dalam acara tersebut, Amran berpesan kepada ketua Gerbang Tani DPW/DPC terpilih Provinsi Kalimantan Barat agar terus melakukan tanam padi atau menanam bahan pangan lain. Hal itu agar Kalimantan dapat memenuhi kebutuhannya sendiri tidak diimpor atau disuplai dari daerah lain.

“Sejak Anda dikukuhkan mulai hari ini tidak boleh lagi ada impor di Kalbar. Kalau ada impor berarti harus dikukuhkan ulang. Ini harus mandiri pangan tidak boleh lagi ambil bawang dari Brebes. Beras dari Sulsel dan Jatim, cabai dari negara lain. Bila perlu kita banjiri negara tetangga, yaitu Malaysia,” lanjut Mentan.

Amran mengatakan, para petani harus mulai menanam sehingga tidak ada lagi bahan pangan yang dikirim dari daerah lain. Hal itu untuk menekan biaya inflasi akibat biaya distribusi.

“Pak ketua mulai hari ini enggak boleh ada lagi beras dari Surabaya dan Sulsel. Enggak boleh lagi ada bawang masuk dari mana pun. Enggak boleh ada lagi cabai dari tempat lain, betul-betul malas, (benih) cabai itu nanti dibantu Kementan,” tutur Amran.

Mentan menyebutkan, pemerintah siap memberikan bantuan berupa benih pangan. Dalam beberapa bulan ke depan harus ada hasilnya. Bahkan, kalau bisa menurutnya dapat mensuplai Malaysia yang memiliki kebutuhan dan terpaksa impor dari negara lain seperti Thailand, Vietnam, dan Myanmar.

Baca Juga:  Ini Alasan KKP Stop Impor Ikan Nila

“Masa negara tetangga yang ngisi adalah Myanmar, Vietnam, Thailand 1 juta ton beras. Kalau kita beri beras organik itu sama dengan Rp5 triliun, 1 juta ton, kaya ini Kalimantan,” tutup Amran.

loading...
loading...