Mentan: Lahan Kering Harus Produktif

Pertanianku – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengajak masyarakat untuk membuat lahan kering agar lebih produktif. Untuk itu Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) mencari solusi dan kerja nyata untuk dapat memanfaatkan lahan kering yang ada.

Mentan: Lahan Kering Harus Produktif

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa maju dan mundurnya pembangunan pertanian bangsa ini ke depan ada di pundak para peneliti.

Ketika bertatap muka dengan para peneliti, Mentan sangat berharap agar para peneliti mencarikan solusi yang nyata dan dapat diaplikasikan di lapangan tentang pemanfaatan lahan kering yang luasnya mencapai 4 juta hektare.

Mentan berkehendak agar dalam satu tahun produktivitas di lahan kering bisa ditingkatkan dua hingga tiga kali lipat. “Bagaimana caranya lahan kering bisa lebih produktif?” tanya Mentan.

“Yang awalnya hanya bisa tanam satu kali dalam satu tahun, dapat ditingkatkan menjadi dua kali atau tiga kali, bahkan bila perlu, embung-embung dan jalan usaha tani yang akan dibangun. Segera dihitung berapa biayanya, sampaikan ke kami untuk meningkatkan produktivitas di lahan kering tersebut,” tutur Mentan.

Bukan hanya itu yang menjadi perhatian Menteri. Lahan gambut juga agar dikelola dengan baik untuk pengembangan tanaman pangan, sungai-sungai yang mengalir agar termanfaatkan dengan baik untuk mengairi lahan-lahan yang disekitar sungai tersebut.

Lebih lanjut, Mentan meminta agar para ahli dikumpulkan untuk menjawab bagaimana caranya membuat mapping untuk 30 tahun ke depan hingga 2045 mendatang. Peta untuk pengembangan tujuh komoditas utama yaitu padi, jagung, kedele, bawang merah, cabe, tebu dan daging sapi.

“Rincianya sampai dengan tingkat Kabupaten. Jangan sampai terjadi tumpang tindih dengan sawah irigasi yang totalnya mencapai 8 juta hektare. Tetapi lahan itu tidak boleh diutak-atik lagi, biar konsentrasi pada produksi padi saja. Saya minta agar Sekretaris Badan Litbang Pertanian sebagai ketuanya,” ungkap Mentan.

Ahli-ahli tersebut akan dikelompokkan sesuai dengan keahlian 7 komoditas utama tersebut sehingga nantinya akan dihasilkan maping pengembangan 7 komoditas utama sampai dengan 2045 mendatang.

loading...
loading...