Mentan: Produksi Padi Tidak Terganggu Cuaca Ekstrem


Pertanianku – Sepanjang 2016 cuaca ekstrem sering kali terjadi yang membuat beberapa harga komoditas pangan mengalami kenaikan cukup signifikan. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Namun, Amran mengatakan bahwa cuaca ekstrem tidak akan mengganggu produksi padi tanah air.

mentan-kalimantan-harus-mandiri-pangan

Mentan mengatakan cuaca ekstrem atau anomali cuaca akibat La Nina tidak memengaruhi persediaan beras nasional karena produksi petani tergolong aman.

“La Nina tidak mengganggu karena kami bergerak cepat. Jika tidak, kita bisa impor 15 juta ton beras,” ungkap Amran saat panen padi benih Hibrida Sembada di Desa Ngompro, Kecamatan Pangkur, Kabupaten Ngawi, belum lama ini, sebagaimana dilansir Republika (31/10).

Mentan menambahkan, gerak cepat yang dimaksudkannya tersebut antara lain memberi bantuan petani berupa benih unggul, di antaranya Hibrida Sembada, IPB 3S, dan Inpari. Masing-masing varietas unggul tersebut memiliki hasil panen yang lebih baik dibanding varietas lainnya.

Varietas Hibrida Sembada B9 dan Sembada 168 yang ditanam petani Desa Ngompro mampu menghasilkan 9—12 ton gabah kering panen (GKP) per hektare. Padahal panen benih biasa hanya mampu menghasilkan 5,5 ton per hektare.

“Kondisi tersebut sangat baik untuk dikembangkan dan tentu saja akan menguntungkan petani,” tutup Mentan.

Baca Juga:  Luar Biasa! Ekspor Kopi Indonesia ke Korsel Meningkat Hingga 53 Persen
loading...
loading...