Menteri Susi: Ekspor Ikan RI Meningkat


Pertanianku – Sektor kelautan dan perikanan RI saat ini cukup membanggakan, bisa dilihat dari jumlah ekspor ikan yang terus meningkat dari tahun ke tahun serta jumlah impor ikan yang terus menurun setiap tahunnya. Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan .

“Meski ekspor-impor global sedang lesu, sektor perikanan Indonesia tetap tumbuh ekspornya, impornya tetap turun,” kata Menteri Susi seperti dilansir dari Antaranews (18/1/2017).

Menurut Susi, hal tersebut menyiratkan bahwa sektor yang terkait dengan kementerian yang dipimpinnya sudah on the right track (di jalan yang tepat).

Menteri Kelautan dan Perikanan meyakini, bila kondisi cuaca pada 2017 ini membaik, produksi perikanan tangkap nasional juga bakal membaik.

Menteri Susi mengungkapkan bahwa sejumlah program pembangunan yang dilakukan pada 2017 bertujuan mengentaskan kemiskinan nelayan serta menargetkan agar pertumbuhan Produksi Domestik Bruto (PDB) sektor perikanan tahun ini bisa mencapai angka 9 persen.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Peningkatan Daya Saing Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Nilanto Perbowo mengatakan ekspor perikanan nasional mengalami peningkatan sebesar 4,96 persen. “Saat ini pasar ekspor kita sedang bagus di Amerika Serikat dan Jepang,” kata Nilanto Perbowo.

Nilanto memaparkan, berdasarkan data yang dilansir Badan Pusat Statistik (BPS) jenis komoditas perikanan yang melejit di pasar ekspor di antaranya cumi, sotong, gurita, dan udang.

Dia mengungkapkan, untuk ekspor komoditas cumi, sotong dan gurita mencapai peningkatan 61,64 persen dibanding tahun sebelumnya, serta udang meningkat 5,86 persen.

Sementara itu, Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) KKP berhasil mempertahankan angka penolakan ekspor hasil perikanan per negara mitra di bawah 10 kasus yang merupakan indikator kinerja utama BKIPM.

Baca Juga:  Nelayan dapat Bantuan Alat Tangkap Ikan Ramah Lingkungan

Kepala BKIPM KKP Rina, menyatakan terkait peningkatan daya saing ekspor, BKIPM juga berhasil menambah perkembangan Unit Pengolahan Ikan (UPI) yang memenuhi persyaratan ekspor pada periode 2015—2016.

BKIPM berhasil memenuhi target jumlah UPI yang memenuhi persyaratan ekspor, yaitu dari target sebanyak 575 UPI telah terealisasi sebanyak 663 UPI.

Dia mencontohkan, jenis UPI yang terdaftar di negara mitra di Kanada dari 159 pada 2015 menjadi 171 pada 2016.

Sementara itu, jenis UPI yang teregister di Uni Eropa dan Norwegia meningkat dari 208 (2015) menjadi 220 (2016), dan di Cina dari 423 (2015) menjadi 476 (2016).

Sementara itu, rencana kerja BKIPM KKP 2017 adalah kurang dari 10 penolakan ekspor hasil perikanan per negara mitra, sebanyak 675 unit usaha perikanan yang memenuhi persyaratan ekspor, sebanyak 76 persen dari tingkat kepatuhan pelaku usaha kelautan dan perikanan, serta 10 persen peningkatan PNBP.

loading...
loading...