Mereka yang Telah Sukses dari Teras Rumah

Pertanianku – Banyak orang mengira usaha yang dilakukan dari rumah hanya untuk kepuasan atau penyaluran hobi semata. Hal ini tidak sepenuhnya benar karena sudah banyak yang terbukti berhasil meraup untung hanya dengan melakukan usaha dari rumah. Berikut pengusaha rumahan yang telah mengecap kesuksesan tersebut.

Mereka yang Telah Sukses dari Teras Rumah

  1. M. Fajar Junariyata, sukses dari belut

Di Sentul, Bogor, ada usaha belut yang dilakukan oleh seorang pegawai bernama M. Fajar Junariyata. Di tengah waktu luangnya, Pak Fajar, begitu ia disapa, merintis usaha pembibitan dan pembesaran belut dengan memanfaatkan lahan kosong yang berada di depan dan belakang rumahnya. Jika kita meninjau langsung ke lokasi, dari depan rumahnya akan tampak drum-drum dan toren-toren bekas air yang digunakannya sebagai wadah pembibitan maupun pembesaran belut. Hal ini menunjukkan bahwa usaha belut tidak memerlukan wadah khusus atau harus membuat wadah baru yang mungkin akan memakan biaya lebih mahal. Dari awal, Pak Fajar memang sudah akrab dengan belut karena ia berasal dari Desa Klaten yang notabene merupakan sentra penghasil belut alam. Setelah merantau dan pindah ke Sentul, Pak Fajar tergerak untuk memasyarakatkan belut melalui usaha ternak belut yang dikelolanya. Dengan usaha tersebut, Pak Fajar juga berhasil memberdayakan masyarakat sekitar rumahnya, yakni dengan melakukan bimbingan dan pelatihan mengenai budi dayabelut. Berbekal pengalaman danpengetahuan yang dimilikinya, Pak Fajar juga telah menulis beberapa judul buku mengenai pembenihan dan pembesaran belut.

  1. Cuncun Setiawan, hobiis landak mini

Barang kali masih banyak yang asing dengan landak mini. Namun, Cuncun Setiawan, seorang hobiis landak mini di Bintaro, Tangerang, sudah mulai memelihara hewan mungil yang tubuhnya dipenuhi duri ini sejak tahun 2007. Cerita bermula ketika ia berkunjung ke rumah seorang rekannya yang memiliki landak mini.

Pak Cuncun merasa tertarik dan ia pun membeli sepasang landak mini. Setelah beberapa lama, landak mini yang dipeliharanya ternyata berkembang biak. Kemudian, di suatu kesempatan, beberapa orang rekannya yang berkunjung ke rumahnya tertarik untuk memiliki dan memelihara landak mini. Berhubung jumlahnya yang sudah terlalu banyak, Pak Cuncun pun melego beberapa landak mini miliknya.

Melihat adanya peluang tersebut, akhirnya ia memutuskan untuk melakukan usaha ternak landak mini. Usaha ternak landak mini ini hanya dilakukan Pak Cuncun di salah satu ruangan rumahnya yang memang tidak terpakai. Saat ini, ia telah berani menjualnya secara online kepada para hobiis landak mini melalui internet.

  1. H. Zachriyar R, jawara cupang dari teras rumah

Dari Sentul dan Bintaro, kita beralih ke suatu rumah di daerah Mekarsari, Cimanggis-Depok. Di teras rumah tersebut terdapat banyak akuarium berisi ikancupang. Kisah ini berawaldari hobi yang digeluti oleh salah seorang hobiis cupang bernama H. Zachriyar R.

Hobiis yang biasa dipanggil Pak Haji ini memang sudah memelihara cupang sejaklama. Seiring berjalannya waktu, ia sempat beralih ke hobi lain, yakni memancing.  Namun, ternyata biaya yang dikeluarkan untuk memancing cukup besar. Akhirnya, ia kembali lagi pada hobi lamanya memelihara cupang.

Kebetulan, pada akhir tahun 2009 seorang temannya memberi dua pasang cupang. Dengan memanfaatkan teras rumahnya, Pak Haji kembali mencoba mengembangbiakkan cupang tanpa mementingkan kualitas karena tujuan awalnya hanya untuk kesenangan semata.

Ikan cupang kemudian membawanya pada komunitas cupang dan membuatnya memiliki banyak teman yang juga menggeluti hobi yang sama. Suatu waktu, teman-teman di komunitas cupang menyarankan agar ia mengembangbiakkan dan memelihara cupang yang berkualitas kontes. Atas saran tersebut, di awal tahun 2010 Pak Haji pun mengembangbiakkan cupang berbagai jenis, mulai dari plakat, serit, halfmoon, dan giant. Di bulan Februari 2010, Pak hajimencoba mengikutkan cupang hasil ternaknya ke arena kontes. Awalnya, semua cupang yang ia ikutsertakan tidak ada yang menang.Namun, hal tersebut ternyata tidak membuatnya menyerah. Bahkan, semakin termotivasi untuk terus berusaha menciptakan cupangcupang berkualitas. Berkat ketekunannya merawat cupang hasil ternaknya sendiri, akhirnya pada kontes berikutnya, tiga ekor cupangyang diikutsertakan meraih juara. Dari kontes tersebut, ia banyak mendapat masukan d ari para pakar, di antaranya dari seorang ahli cupang, Joty Atmadjaja – juri cupang internasional. Saat ini, bersama dua orang rekannya, Pak Haji telah memiliki komunitas cupang sendiri yang diberi nama Betta Bintang Depok.

loading...
loading...