Miris! Usaha Kelapa Sawit Terganjal Biaya Operasional


Pertanianku – Indonesia adalah salah satu penghasil kelapa sawit terbesar. Namun, sepertinya saat ini prospek usaha kelapa sawit dinilai tidak lagi menguntungkan. Hal ini diungkapkan oleh salah seorang pengusaha perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Selatan (Kalsel), H. Karli Hanafi Kalianda yang mengatakan harga jual tandan buah segar ataupun produk perkebunan tersebut berupa minyak mentah sawit (CPO) tidak mengalami kenaikan yang signifikan.

Ditambah lagi biaya operasional untuk pengusahaan dan perawatan perkebunan kelapa sawit tersebut cukup mahal seperti tenaga kerja dan sarana produksi (pupuk). Namun, pebisnis yang kini menjadi anggota Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Kalsel tersebut tidak menyebut atau merinci perbandingan antara biaya operasional dan hasil jual produksi usaha perkebunan kelapa sawit itu.

Karli Hanafi masih optimis usaha perkebunan kelapa sawit pada saatnya nanti membaik dan menggembirakan kembali. “Karena banyak produk-produk ikutan lain yang membutuhkan produk dari perkebunan kelapa sawit, yang menjadi kebutuhan orang banyak pula, seperti minyak goreng, serta kosmetik,” ujar Karli Hanafi, seperti dikutip Republika (5/1/2017).

Selaku wakil rakyat, dia menyatakan akan membicarakan permasalahan perkebunan kelapa sawit tersebut dengan kawan-kawannya dalam Komisi II DPRD Kalsel yang juga membidangi pertanian secara umum (termasuk perkebunan). “Salah satu permasalahan bagi usaha perkebunan, terutama perkebunan kelapa sawit ialah pupuk yang harganya cukup tinggi, tanpa subsidi, terkecuali perkebunan rakyat,” lanjutnya.

Di Kalsel yang terdiri atas 13 kabupaten/kota tersebut dalam belasan tahun belakangan usaha perkebunan kelapa sawit semakin bertambah, dan merambah lahan gambut serta lebak (rawa monoton). Pada 1980-an perkebunan kelapa sawit baru ada di Kabupaten Kotabaru—wilayah timur Kalsel, kini hampir pada semua kabupaten/kota di provinsi ini juga terdapat usaha perkebunan komoditas tersebut, kecuali Kota Banjarmasin dan Banjarbaru.

Baca Juga:  Saatnya Indonesia Dongkrak Daya Saing Kopi

Usaha perkebunan kelapa sawit di Kalsel tidak hanya oleh perusahaan besar swasta nasional, tetapi juga masyarakat dengan sistem koperasi dan pola kemitraan plasma dengan perkebunan inti.

loading...
loading...