Mitos Kandungan Gizi Sayuran Organik


Pertanianku — Sayuran organik dipercaya orang mengandung nutrisi yang lebih bermanfaat ketimbang sayuran non-organik. Padahal, anggapan ini tidak sepenuhnya benar.

Mitos Kandungan Gizi Sayuran Organik

Prof. Anas D. Susila—ahli sayuran dan pertanian organik Institut Pertanian Bogor—mengatakan sampai sekarang belum ada penelitian mengenai lebih tinggi mana kandungan gizinya antara makanan organik dan non-organik.

“Kandungan keduanya sama, karena memang sayuran tersebut kandungannya itu. Rasa enak atau vitamin lebih banyak, itu tidak ada penelitiannya,” ujar Anas.

Kandungan gizi suatu sayuran bergantung pada cara perawatannya. Meskipun sayuran organik, jika tidak dirawat dengan baik, hasilnya pun tidak maksimal. Ini karena organik dan non-organik terletak pada budidayanya.

Lantas bagaimana membedakan sayuran organik dan non-organik? Menurut Anas, salah satu caranya dengan melihat label di kemasan.

“Kalau ada sertifikat (organik), berarti itu organik. Kalau tidak ada, ya tidak bisa dibedakan. Sertifikat gunanya sebagai pemberi tanda bahwa tanaman itu dibudidayakan dengan organik dan telah mengikuti (standard operating procedure/SOP) yang sudah disepakati,” jelas Anas.

Tanaman pun tidak dapat memilih jenis pupuk yang diserap olehnya. Apa pun pupuk yang diberikan akan diserap oleh tanaman.

“Tanaman tidak membedakan pupuk kandang atau pupuk urea, yang penting dia menyerap amonium dan nitrat. Dia (tanaman) tidak peduli pupuk itu asalnya dari mana, apakah dari kotoran sapi, kambing, atau pupuk urea buatan pabrik,” seperti dikutip dari CNNIndonesia.com (16/10).

Anas pun menyayangkan anggapan bahwa pupuk adalah racun bagi pangan organik dan sayuran organik lebih bervitamin, lebih enak daripada pangan non-organik.

“Padahal pupuk adalah bagian dari tanaman,” kata Anas seraya menekankan, “Pupuk itu bukan racun.”

Hal serupa juga disebutkan Dr. Cindiawaty Josito Pudjiadi MARS, MS, SpGK, spesialis gizi yang berpraktik di RS Medistra dan RS Gading Pluit, Jakarta.

Baca Juga:  Sayuran Genetik Baru Sedang Tren di Negara Donald Trump

“Sampai saat ini, saya belum mendapatkan data ilmiah dari medical journal yang mendukung pernyataan bahwa makanan organik lebih sehat dari yang konvensional. Pernyataan bahwa rasa yang organik lebih enak, juga belum didukung oleh penelitian ilmiah,” kata Cindiawaty.

 

loading...
loading...