Mudahnya Budidaya Jeruk Pamelo


Pertanianku – Jeruk merupakan salah satu buah yang banyak disukai masyarakat. Di Indonesia untuk mendapatkan buah ini sangat mudah. Di berbagai pasar tradisional, supermarket, atau toko buah pasti menjual jeruk. Yang membuat jeruk banyak disukai karena rasanya yang manis. Namun, beberapa orang menyukai jeruk yang mempunyai rasa asam. Jeruk ini dapat dikonsumsi langsung atau berupa olahan.

Mudahnya Budidaya Jeruk Pamelo

Di Indonesia jeruk terdiri atas beberapa jenis antara lain jeruk manis, jeruk purut, jeruk lemon, jeruk nipis, dan jeruk pamelo. Jeruk pamelo saat ini mulai banyak disukai masyarakat, baik dari dalam maupun luar negeri.

Tidak hanya manis, jeruk pamelo juga terkenal memiliki kandungan vitamin C yang sangat tinggi. Mengonsumsi buah yang memiliki kandungan vitamin C dapat mencegah penyakit sariawan dan rabun senja.

Budidaya jeruk pamelo juga marak dilakukan. Pasalnya, jeruk pamelo saat ini merupakan salah satu buah primadona yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Peluang usaha menjanjikan menanti Anda jika berminat menjalankan bisnis budidaya jeruk pamelo.

Meskipun potensi dan peluang usaha jeruk pamelo menjanjikan, hal ini masih belum didukung oleh peningkatan di proses produksi dan mutu hasil panen. Oleh karena itu, penting sekali untuk mempelajari teknik budidaya yang benar dan efisien. Berikut panduan budidaya jeruk pamelo agar berbuah.

Persiapan lahan

Untuk memulai budidaya jeruk pamelo, hal pertama yang perlu dilakukan adalah persiapan lahan. Setelah lahan siap, Anda dapat langsung membuat lubang tanam dengan ukuran 50 cm × 50 cm × 50 cm. Pisahkan tanah bagian atas (30 cm dari permukaan) di sebelah kiri lubang tanam dan tanah bagian bawah (lebih dari 30 cm) di sebelah kanan lubang tanam. Diamkan selama satu bulan, kemudian tanah lapisan bawah dicampur dengan pupuk kandang/kompos dengan perbandingan 1:1. Campur sampai merata sempurna, setelah itu timbun ke dalam lubang tanam yang sudah disiapkan sebelumnya. Usahakan penanaman dilakukan saat musim hujan sehingga benih mendapat pengairan yang cukup dan tumbuh baik.

Baca Juga:  Pertanian Berbasis Teknologi Mampu Dongkrak Swasembada pangan

Pembibitan

Setelah tanah disiapkan, proses selanjutnya adalah menyiapkan bibit yang akan ditanam. Pilih bibit dari cabang pohon yang berbuah besar dan lebat. Lakukan pencangkokan, kemudian setelah tumbuh akar pindahkan ke polybag semai, rawat sampai bibit layak tanam. Jika sudah siap, pindahkan bibit dari polybag ke lahan. Lakukan pemindahan dengan hati-hati agar bibit tidak rusak dan patah.

Selanjutnya, masukkan bibit ke lubang tanam dan timbun kembali dengan tanah bagian atas sambil dipadatkan dengan tangan agar tanah kuat menahan pohon. Jangan lupa tancapkan 1—2 ajir untuk tambahan penopang, tetapi hati-hati menancapkannya, jangan sampai merusak perakaran. Siram secukupnya secara berkala setiap dua kali sehari saat pagi dan sore hari. Buat parit kecil melingkar di sekitar tanaman jeruk untuk meletakkan pupuk kandang dan disusul pupuk buatan. Tutup kembali parit dengan tanah bekas galian.

Perawatan

Perawatan pada budidaya jeruk palemo hanya berupa penyiraman yang harus dilakukan setiap hari dan pemupukan. Pemupukan pada tahun pertama dan kedua dengan pupuk kandang di tepi tajuk sedalam 15 cm. Pada tahun berikutnya pupuk kandang pupuk kimia dimasukkan ke lubang tugal atau parit sedalam 10—15 cm lalu tutup dengan tanah. Lakukan juga pemupukan mikro/pupuk POC disemprotkan pada daun saat pagi hari sebanyak 2—3 kali saat pertunasan. Lakukan pengairan saat masuk 3 masa krisis. Pertama, saat tanaman mulai aktif melakukan pertumbuhan vegetatif 0—3 tahun. Kedua, saat pertunasan dan menjelang pembungaan. Ketiga, saat mulai pembungaan sampai pembentukan buah jeruk. Kurangi air saat menjelang pematangan buah sampai setelah panen sekitar 3 bulan.

Pemanenan

Jeruk pamelo baru bisa dipanen setelah tanaman berumur 7—8 bulan dari masa tanam. Cara memanennya sangat mudah dengan memotong tangkai buah sekitar 2 cm dari pangkal buah dengan gunting atau pisau tajam. Setelah itu, lakukan pemangkasan agar keluar tunas baru dan pertumbuhannya baik.

Baca Juga:  Hidroponik Bisa Jadi Solusi Bercocok Tanam di Lahan Kering
loading...
loading...