Musim Hujan Pengaruhi Produksi Cabai


Pertanianku – Cuaca ekstrem yang melanda sebagian besar wilayah di Indonesia mengakibatkan terjadinya gagal panen pada sebagian komoditas pangan, salah satunya cabai. Menurut akademisi dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Jawa Tengah, Noor Farid, musim hujan dapat memengaruhi produksi cabai. Hal ini terjadi karena kelembapan udara yang relatif tinggi.

Musim Hujan Pengaruhi Produksi Cabai

“Musim hujan dapat membuat produksi cabai terganggu,” ucap Noor Farid, sebagaimana dilansir dari Republika (1/11).

Farid menambahkan, salah satu penyebab terganggunya produksi cabai adalah kelembapan udara yang tinggi. Tidak hanya itu, kondisi cuaca saat musim hujan juga turut mendukung berkembangnya penyakit tanaman.

“Penyakit tanaman biasanya menyerang tanaman hortikultura termasuk tanaman cabai,” tambah Farid.

Oleh karena itu, petani perlu memerhatikan sektor drainase pada saat musim hujan. “Bila drainasenya baik diharapkan penurunan produksi tidak terlalu signifikan,” tutur Farid.

Belum lama ini banyak pedagang cabai di Pasar Induk Ajibarang, Banyumas, Jawa Tengah, mengeluhkan minimnya pasokan dari petani dalam beberapa waktu terakhir. Minimnya pasokan tersebut berakibat pada harga cabai yang tidak stabil.

Harga cabai rawit di Pasar Induk Ajibarang Rp28.000/kg, sedangkan sebelumnya sekitar Rp24.000/kg. Harga cabai merah keriting Rp46.000/kg atau naik dari sebelumnya Rp40.000/kg. Harga cabai hijau Rp20.000/kg, sedangkan sebelumnya Rp16.000/kg.

Baca Juga:  Pemerintah Kabupaten Sambas Kenalkan Tiga Jeruk Lokal
loading...
loading...