Musim Paceklik Akan Tiba, Pemerintah Antisipasi Kenaikan Harga Beras

Pertanianku – Guna menekan kenaikan harga beras, pemerintah tengah menyiapkan strategi untuk mengantisipasi melonjaknya harga beras yang diakibatkan masuknya musim paceklik. Pemerintah menyiapkan upaya antisipasi ini dengan memobilisasi stok beras hasil panen raya di penggilingan yang belum masuk ke pasar. Saat ini harga rata-rata gabah kering panen (GKP) di tingkat petani pada September 2016 mengalami kenaikan sebesar 1,29%.

Musim Paceklik Akan Tiba, Pemerintah Antisipasi Kenaikan Harga Beras

“Untuk beras, akan mengalami kenaikan harga karena masuk musim paceklik. Sehingga kami perlu mulai mempersiapkan langkah-langkah mobilisasi untuk stok di penggilingan hasil panen raya yang belum masuk ke pasar,” ucap Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Oke Nurwan, seperti dikutip Antaranews.com (6/10).

Oke mengungkapkan bahwa Kementerian Perdagangan akan melakukan pembahasan dengan Perum Bulog tentang langkah-langkah yang akan diambil. Pembahasan tersebut berdasarkan informasi dan pemantauan rata-rata harga beras di lapangan meskipun saat ini masih dalam kondisi yang wajar.

“Kita baru akan membahas dengan Perum Bulog. Ini prediksi (harga beras akan naik), sehingga kami masih memiliki waktu untuk segera mengambil langkah persiapan mobilisasi tersebut,” jelas Oke.

Selain itu, pemerintah juga mengantisipasi adanya kenaikan harga cabai merah keriting akibat gangguan cuaca, di mana tercatat harga komoditas tersebut mengalami kenaikan sebesar 7,63% dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Kementerian Pertanian tengah melakukan pemantauan langsung ke Nusa Tenggara Barat (NTB) yang merupakan sentra produksi untuk cabai di dalam negeri. Pemantauan tersebut meliputi produksi dan juga sistem distribusi komoditas tersebut.

“Sementara Kemendag terus melakukan pemantauan harga, stok dan pasokan barang kebutuhan pokok di seluruh provinsi di Indonesia, untuk melihat perkembangan harga dan memastikan kecukupan stok barang kebutuhan tersebut di masing-masing daerah, lanjut Oke.

Menurut Oke, secara keseluruhan rata-rata harga bahan kebutuhan pokok di dalam negeri dalam kondisi stabil dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), tercatat harga rata-rata gabah kering panen di tingkat petani pada September 2016 mengalami kenaikan sebesar 1,29% menjadi Rp4.537,00/kg dari bulan sebelumnya, yang diakibatkan musim panen raya hampir berlalu.

Sementara itu, kenaikan untuk harga rata-rata GKP juga terjadi di tingkat penggilingan sebesar 1,26% menjadi Rp4.621,00/g dibandingkan dengan gabah kualitas sama pada Agustus 2016. Kenaikan juga terjadi untuk harga rata-rata gabah kualitas rendah di tingkat petani sebesar 1,98% menjadi Rp4.076,00/kg, dan di tingkat penggilingan sebesar 2,35% atau menjadi Rp4.184,00/kg.

Pada September 2016 rata-rata harga beras kualitas medium di penggilingan tercatat sebesar Rp8.965,00/kg atau naik sebesar 0,72%, dan rata-rata harga beras kualitas rendah di penggilingan sebesar Rp8.578,00/kg atau naik sebesar 0,89%.

loading...
loading...