Nelayan Tak Bisa Melaut, Stok Ikan di Karawang Menipis


Pertanianku – Sepekan terakhir ini, cuaca buruk melanda sejumlah daerah di Indonesia, seperti yang terjadi di Desa Sukajaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, nelayan tidak bisa melaut lantaran cuaca buruk. Saat ini mayoritas nelayan tak pergi melaut lantaran cuaca tak bersahabat. Hal ini berimbas pada turunnya suplai ikan dari nelayan. Bahkan, sejumlah pedagang ikan di pelelangan ikan (TPI) Pasir Putih mendapatkan imbasnya.

Salah seorang pedagang ikan laut bernama Warti, mengatakan saat musim tidak menentu seperti saat ini TPI sangat sepi. Karena, tidak ada ikan yang bisa dijual ke konsumen. Kalaupun ada, stoknya sangat sedikit serta harganya merangkak naik seperti rajungan saat ini harganya mencapai Rp50.000 per kg.

Padahal, kalau stok banyak hanya Rp30.000 per kg. “Di TPI kita ini, yang jadi primadona itu rajungan,” ujar Warti, seperti dilansir Republika (01/2).

Menurut Warti, rajungan di wilayahnya dijual dengan beberapa cara. Ada yang brangkas, dengan cangkangnya. Ada juga yang sudah matang dan dagingnya saja. Tentunya, harga rajungan tersebut berbeda-beda.

Saat ini semua pedagang menjual rajungan brangkas. Sebab, stoknya juga sedikit. Jadi, mau dijual matang atau dagingnya saja tanggung. Kalaupun ikan basah, yang ditangkap nelayan Pasir Putih sangat jarang. Kalaupun ada, ikannya sedikit. Seperti ikan blanak atau tongkol. “Di kita itu, yang banyak rajungan dan udang laut,” lanjutnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPC HNSI Kabupaten Karawang, Sahari, mengakui, saat ini nelayan sedang memasuki musim paceklik. Pihaknya juga, sudah mengeluarkan imbauan kepada nelayan untuk tidak melaut dulu sementara waktu. Mengingat, saat ini cuaca terus memburuk. “Tapi, masih saja ada nelayan yang melaut,” ujarnya.

Risikonya, mereka harus berhadapan dengan cuaca buruk. Perahu nelayan dari Ciparage, karam di antara perairan Pasir Putih dan Tengkolak. Tepatnya, di Perairan Karang Grobogan. Beruntung, sembilan nelayan itu selamat. Namun, perahunya karam ke dasar laut.

Baca Juga:  Cabai Hingga Bawang Diprediksi Surplus

Dengan kondisi seperti ini, dipastikan suplai ikan dari nelayan berkurang drastis. Berdasarkan laporan dari 13 TPI yang ada di wilayah ini, stok ikan bila dipersentasekan jumlahnya paling banyak 30 persen dari biasanya.

“Seperti di TPI Pasir Putih, biasanya nelayan menyuplai rajungan lima ton per hari, kini paling banyak hanya 1,5 ton,” ungkapnya.

loading...
loading...