Panduan Budi Daya Ulat Bambu untuk Pemula


PertaniankuBudi daya ulat bambu di Indonesia belum banyak dilakukan orang. Padahal, usaha budi daya ulat bambu tidak bisa dianggap remeh. Hal ini karena permintaan ulat bambu cukup tinggi di pasaran. Itulah yang membuat usaha budi daya ulat bambu memiliki potensi besar jika dilakukan dengan serius.

Panduan Budi Daya Ulat Bambu untuk Pemula

Pada umumnya ulat bambu digunakan untuk pakan ikan atau reptil. Namun, beberapa orang juga kini juga mengonsumsi ulat bambu sebagai bahan pangan. Rasanya yang lezat dan pemberitaan mengenai kandungan ulat bambu yang kaya protein dan lemak, membuat permintaan akan ulat ini semakin meningkat. Jika Anda berminat untuk menjalankannya, beriku panduan budi daya ulat bambu.

Persiapan budi daya ulat bambu

Terdapat beberapa hal yang harus dipersiapkan sebelum melakukan budi daya ulat bambu seperti ember besar atau nampan dengan kedalaman sekitar 16—25 cm. Ukuran wadah ini akan cukup berpengaruh. Semakin besar wadah yang digunakan, akan semakin baik. Selanjutnya, sediakan karung goni, kain katun, tissu, dan pasir. Untuk pakan, Anda cukup menyediakan buah atau sayuran segar atau havermut. Sebagai permulaan, Anda dapat menyiapkan 100 ulat bambu untuk dikembangbiakan.

Cara budi daya ulat bambu

Setelah bahan-bahan untuk budi daya ulat bamboo disiapkan, buat beberapa tempat pembiakan. Berikan lubang kecil dengan kawat untuk ventilasi. Lubang ventilasi jangan terlalu besar agar ulat tidak keluar. Selanjutnya, siapkan substrat yang terbuat dari serpihan dedak, sereal, dan kepingan jagung yang digiling halus. Untuk substrat ini, Anda dapat membuatnya sendiri atau membelinya di penjual perlengkapan umpan.

Lapisi wadah yang telah Anda siapkan dengan substrat setebal 5—7,6 cm. Atur tempat pembiakan dengan suhu 21—24 derajat Celcius. Selain itu, pastikan tempat pembiakan bersih dan bebas dari bahan-bahan kimia. Lapisi substrat dengan irisan buah dan sayuran segar, masukkan ulat bambu dan tutup wadah agar ulat tidak keluar.

Baca Juga:  KKP Panen Lele Sistem Bioflok di daerah Perbatasan RI–Malaysia

Tunggu hingga ulat berkembang biak, yang kurang lebih membutuhkan waktu sekitar 10 minggu. Selama waktu tersebut, pastikan Anda selalu memeriksa kondisi wadah serta ganti potongan sayur dan buah secara berkala. Setelah telur menetas, buang kumbang yang sudah mati, dan pisahkan kumbang dengan telur yang telah menetas karena apabila Anda tempatkan larva dan kumbang secara bersamaan, larva yang telah menetas akan dimakan oleh kumbang.

Itulah cara mudah untuk budi daya ulat bambu, selanjutnya Anda dapat memanen ulat bambu ini secara berkala.

Tips mengembangbiakkan ulat bambu

Agar budi daya ulat bambu sukses dan berhasil, ada beberapa hal yang harus Anda lakukan, antara lain simpan wadah di tempat yang terkena cahaya, pastikan suhu wadah, dan bersihkan wadah secara berkala.

loading...
loading...