Panduan Budidaya Mangga Harum Manis Agar Berbuah

0

Pertanianku – Mangga merupakan salah satu komoditas buah yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Salah satu jenisnya adalah mangga harum manis. Budidaya mangga harum manis tergolong cukup mudah dilakukan dibanding tanaman buah lainnya.

Panduan Budidaya Mangga Harum Manis Agar Berbuah

Budidaya mangga harum manis tidak terlalu membutuhkan perawatan khusus. Berikut panduan budidaya mangga harum manis.

Persiapan lahan

Dalam budidaya mangga harum manis, hal pertama yang harus dilakukan untuk memulainya adalah mengukur luas lahan tanam. Lalu, menentukan jarak tanam yang ideal bagi pertumbuhan pohon mangga tersebut. Pada umumnya, Anda dapat memberikan jarak tanam sekitar 5—10 meter antara pohon yang satu dan lainnya. Pola penanamannya dapat berbentuk garis diagonal, garis sejajar, ataupun dengan bentuk segitiga sama sisi.

Pengolahan tanah

Terdapat cara khusus yang dianjurkan untuk mengelola tanah agar lebih layak ditanam. Caranya, galilah tanah dengan ukuran lebar dan tinggi yang direkomendasikan sekitar 50—100 cm. Kemudian, ada 2 cara yang dapat Anda lakukan untuk membuat lubang galian tersebut menjadi lebih layak untuk ditanami. Pertama, masukkan jerami atau sampah kering ke dalam lubang tersebut dan dibakar. Kedua, biarkan lubang hasil galian terkena cahaya matahari secara langsung dalam kurun waktu 1—2 minggu.

Pembibitan

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah memilih buah mangga yang berkualitas baik karena buah ini akan diambil bijinya untuk menghasilkan bibit batang bawah dari pohon nantinya. Disarankan untuk mencari buah mangga lokal karena pohon lokal biasanya telah teruji lebih tahan terhadap perubahan iklim yang terjadi di tempat kita masing-masing.

Pertama, kelupas daging buah dengan pisau dengan arah tegak lurus terhadap permukaan biji tersebut. Setelah itu, cuci biji yang telah terkelupas dari dagingnya tersebut hingga bersih dan jemur hingga kering. Dengan keringnya biji, kulit biji akan dapat lebih mudah dibuka sehingga Anda dapat mengeluarkan keping lembaga yang terdapat di dalamnya. Secara ilmiah, kulit biji ini dapat menghambat pertumbuhan tunas. Oleh karena itu, keping lembaga harus dikeluarkan dari kulitnya. Dengan hilangnya kulit biji ini, tunas baru akan dapat tumbuh lebih cepat dalam waktu 2—5 minggu saja.

Setelah itu, tanam keping lembaga tersebut ke dalam polybag dengan posisi bagian perut tempat calon akar akan tumbuh berada di bagian bawah. Media tanah tempat tumbuhnya tunas pun disarankan untuk terdiri atas tanah, pasir kasar, dan sekam bakar dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Simpan pot atau polybag tersebut di tempat yang teduh dan terlindung dari hujan dan panas matahari secara langsung. Siram calon bibit tersebut dan pupuk secara rutin hingga muncul batang dan daun muda.

Empat minggu setelah proses ini bibit mulai dapat ditanam di lahan bebas ataupun dilakukan okulasi atau teknik budidaya lainnya agar dihasilkan varietas yang unggul sesuai keinginan Anda.

Perawatan

Dalam perawatan bibit yang telah ditanam agar menghasilkan pohon mangga yang produktif, yang perlu Anda perhatikan dengan saksama adalah penyiraman, penyiangan, dan pemupukan yang harus dilakukan secara berkala.

Untuk penyiraman, Anda minimal harus menyiram bibit tersebut 1—2 kali setiap harinya. Selain itu, perlu juga dilakukan penyiangan atau pembersihan lahan di sekitar pohon dari invansi hama ataupun ilalang yang dapat mengganggu kemaksimalan pertumbuhan bibit tersebut. Kemudian, perlu juga dilakukan pemupukan setelah 2 bulan Anda menanam bibit tersebut. Pupuk yang dianjurkan adalah pupuk organik, yaitu pupuk kompos atau pupuk kandang. Bila tidak ada pupuk organik, Anda dapat menggunakan pupuk anorganik seperti ZA, KCL, atau NPK.

loading...
loading...