Panduan Lengkap Budi Daya Ginseng di Pekarangan

0

Pertanianku – Ginseng atau yang memiliki nama Latin Panax ini merupakan salah satu tanaman obat yang sering digunakan dalam pengobatan Cina. Tanaman ini termasuk ke dalam suku Ariliaceae. Ginseng banyak ditemukan di Siberia, Korea, Manchuria, dan Amerika Serikat. Dan belum lama ini di Vietnam ditemukan ginseng tropis. Sementara itu, di Indonesia terdapat ginseng jawa atau som jawa yang mempunyai khasiat dapat digunakan sebagai salah satu campuran obat.

Panduan Lengkap Budi Daya Ginseng di Pekarangan

Oleh karena banyak memiliki manfaat dan harganya lumayan mahal, tidak jarang jika sebagian orang memilih mencoba budi daya ginseng sendiri di pekarangan rumah. Namun, sebelumnya Anda harus mempersiapkan alat dan bahan yang akan digunakan untuk budi daya ginseng.

Bahan dan alat-alat yang diperlukan:

  • Bibit ginseng
  • Pupuk kandang
  • Pupuk NPK
  • Cangkul
  • Sekop
  • Garpu tanah

Persiapan bibit

Untuk memulai budi daya ginseng, tahap awal yang harus dilakukan adalah mempersiapkan bibit berkualitas unggul. Bibit dapat diperoleh dari stek batang. Terdapat syarat untuk mendapatkan bibit melalui stek batang:

  • Pilih tanaman induk yang sehat dan dewasa. Tempatkan bibit yang didapat di tempat yang memiliki suhu lembap dan simpan sekitar 3 hari. Potong serong di bagian pangkal batang dan dapat segera ditanam.
  • Tanah yang hendak dijadikan media tanam, sebaiknya diolah terlebih dahulu dengan cara mencangkul dan mencampurkan bersama dengan pupuk kandang. Hal tersebut bertujuan menggemburkan tanah dan memperbaiki struktur tanah.

Memulai budi daya ginseng

Setelah media tanam siap, saatnya mulai menanam bibit ginseng. Waktu yang tepat untuk budi daya ginseng adalah pada sore hari. Tanam bibit ginseng tersebut dengan jarak sekitar 50×60 cm dan padatkan tanah yang ada di sekitar bibit agar tanaman dapat berdiri tegak.

Perawatan ginseng

Setelah ginseng ditanam, lakukan perawatan yang harus dilakukan seperti penyiraman dan pemupukan. Penyiraman dapat dilakukan setiap hari untuk menjaga kondisi tanah agar tidak menjadi kering. Akan tetapi, jangan memberi air terlalu banyak karena akan membuat umbi ginseng membusuk.

Jumlah air penyiraman dapat dikurangi setelah usia 3,5 bulan. Pemupukan dilakukan setiap 2 minggu sekali hingga tanaman berusia 14 minggu. Pupuk yang diberikan adalah campuran dari ¼ kg pupuk NPK ditambahkan dengan 50 liter air dan untuk masing-masing tanaman diberi sekitar 250 cc. Kadar air dan pupuk dapat disesuaikan dengan luas pekarangan dan jumlah tanaman.

Pembersihan gulma sebagai salah satu perawatan juga harus dilakukan. Banyak gulma atau hama pengganggu misalnya ulat dan bekicot, harus dibersihkan dari sekitar tanaman Anda. Ulat dapat membuat daun pada ginseng menjadi rusak.

Sementara itu, penyakit ginseng yang harus diwaspadai adalah busuk leher batang, layu tanaman, dan busuk umbi. Penanganan dapat dilakukan dengan pembersihan hama, pemberian pestisida, atau dengan penyemprotan yang menggunakan bahan alami untuk membersihkan hama dan bakteri atau virus yang menjangkit ginseng.

Masa panen

Ginseng dapat dipanen setelah memasuki usia 4—5 bulan setelah masa tanam. Salah satu ciri umbi ginseng yang dapat dipanen adalah umbi dengan diameter yang lebih dari 1 cm dan tanaman ginseng sudah pernah berbunga.

Waktu paling tepat untuk memanen ginseng adalah saat pagi hari. Untuk memanennya, gunakanlah garpu tanah dengan hati-hati agar ginseng tetap dalam kondisi utuh saat dijual.

loading...
loading...