Peluang Usaha Budidaya Buah Ajaib, Beromzet Jutaan Rupiah


Pertanianku – Tahukah Anda buah ajaib? Buah ajaib (miracle fruit) adalah salah satu buah perdu yang berbentuk mirip melinjo dengan warna merah cerah. Buah yang habitat aslinya di Afrika Barat ini kerap dimanfaatkan orang yang diet gula dan penderita diabetes.

peluang-usaha-budidaya-buah-ajaib-beromzet-jutaan-rupiah

Bahkan buah ajaib saat ini sedang populer di kalangan masyarakat. Banyak masyarakat yang beramai-ramai memburu buah ini. Hal ini karena buah ajaib dipercaya memiliki kemampuan mengubah rasa makanan yang pahit menjadi manis karena efek buah ajaib ini. Benarkah demikian?

Salah satu tempat yang membudidayakan buah ajaib ini adalah Sentra Tani Bogor. Kepala Pemasaran Sentra Tani Bogor, Deni Hadian mengatakan, sebenarnya buah ajaib sudah masuk ke Indonesia sejak 10 tahun lalu. Namun, baru mulai populer sekitar 2010. “Kami sendiri sudah mulai budidaya miracle fruit sejak 2007,” jelasnya, seperti dikutip Kompas (29/12).

Deni mengatakan sejauh ini, miracle fruit populer berkat efek pengubah rasa menjadi manis. Rasa manis tersebut berasal dari zat miraculin.

“Sedangkan, khasiat spesifik bagi kesehatan, belum ada penelitian lebih lanjut. Namun, beberapa studi menyebut, buah ini bagus untuk diet, karena menimbulkan sugesti rasa makanan manis,” kata Deni.

Pebudidaya lain, Dian Lestari sudah membudidayakan miracle fruit sejak tiga tahun silam. Pemilik Harvin Green di Bogor ini tertarik membudidayakan tanaman ini karena mulai banyak dicari orang. Di sisi lain, belum banyak yang menggeluti budidayanya. Apalagi, harga jualnya terbilang tinggi.

Dian menjual satu bibit miracle fruit ukuran 20—30 cm seharga Rp85.000. Sementara, bibit setinggi 50 cm dibanderol Rp125.000. Adapun tanaman yang sudah berbuah dilego Rp250.000 hingga Rp500.000 per pohon. Omzetnya bisa mencapai Rp10 juta  per bulan dari menjual satu jenis tanaman unik ini.

Baca Juga:  Ingin Pohon Pepaya Tetap Produktif? Ini Caranya

Sementara, menurut Deni, Sentra Tani Bogor mematok harga berdasarkan ukuran dan usia tanaman. Rentang harganya Rp250.000—Rp1 juta. Makin tua pohonnya, harganya kian mahal. “Paling mahal 1,2 meter, berumur tujuh tahun,” lanjut Deni.

Ia juga menjual ukuran bibit 10—15 cm seharga Rp50.000. Lantaran makin populer, Sentra Tani Bogor bisa menjual hingga 50 pohon sebulan. Dari tanaman ini saja, bisa menghasilkan omzet Rp13 juta, dengan laba bersih 35%.

Menurut Deni, mayoritas pembeli merupakan kolektor tanaman yang berasal dari Jabodetabek, Kalimantan, Sulawesi, hingga Bali.

loading...
loading...