Peluang Usaha Rumput Laut Omzetnya Fantastis

0

Pertanianku – Indonesia merupakan salah satu negara penghasil rumput laut. Salah satu daerah yang banyak memproduksi rumput laut, yakni di pesisir Kabupaten Sumba Barat. Di daerah tersebut banyak masyarakat yang justru beralih profesi menjadi petani rumput laut.

peluang-usaha-rumput-laut-omzetnya-fantastis

Sejak rumput laut terbukti mampu mendongkrak perekonomian, warga di pesisir barat Kabupaten Sumbawa Barat pun ramai-ramai alih profesi menjadi petani rumput laut.

Syarifudin bersama dengan warga lainnya membudidayakan rumput laut guna meningkatkan kesejahteraan warga setempat. Meskipun harus mengeluarkan modal yang cukup besar untuk memulainya, hasil yang didapatkan pun juga setimpal. Pasalnya, rumput laut memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi sehingga dapat meningkatkan perekonomian Indonesia.

Saat musim panen, produksi rumput laut warga yang tinggal di dua kecamatan jika ditotal bisa mencapai 100 ton rumput laut kering. Syarifudin yang juga ketua koperasi rumput laut mengatakan bahwa dalam 1 tahun sebenarnya bisa panen hingga enam kali, tetapi rata-rata hanya 2—3 periode yang bagus hasilnya.

“Selain tenaga kerja yang belum terlatih sepenuhnya, warga juga kerap terhambat keterbatasan modal,” kata Syarifudin seperti kutip Jitunews.

Syarifudin mengatakan, untuk menjemput berkah dari rumput laut itu setidaknya setiap petani membutuhkan modal Rp10 juta sebagai modal awal. Untuk periode tanam selanjutnya, dibutuhkan modal Rp4 juta—Rp 5 juta per hektare.

Menurut Syarifudin, biaya terbesar adalah upah pekerja untuk pemanenan, penjemuran, pemasangan bibit, pencucian ris, dan pengangkutan.

“Meski modal yang dikeluarkan besar, tapi omzetnya juga setimpal. Kalau mau omzet lebih besar tinggal kita kerjakan sendiri semuanya,” ucap Syarifudin.

Dengan harga Rp7.000 per kg, petani dengan 500 ris dapat menghasilkan 2 ton rumput laut kering sehingga bisa mengantongi omzet Rp14 juta sekali panen. Nah, setelah dikurangi modal dan biaya tenaga kerja setiap petani masih bisa membawa pulang laba bersih Rp4 juta.

Syarifudin menambahkan, jika setahun mampu panen lima kali, pendapatan petani bisa mencapai Rp20 juta. Ini jumlah yang cukup besar untuk membiayai hidup di desa.

“Untuk menambah penghasilan, warga di sini terutama ibu-ibu rumah tangga mengolah rumput laut menjadi dodol, aneka kue, dan agar-agar. Tapi sayangnya, langkah itu belum disambut dengan jaringan usaha yang mapan. Namun, kalau rumput lautnya kami nggak khawatir karena pemasaran lancar berkat tengkulak,” tutup Syarifudin.

loading...
loading...