Pemerintah Tingkatkan Produksi Susu Sapi RI

Pertanianku – Saat ini pemerintah sedang berupaya meningkatkan produksi susu sapi perah tanah air. Meskipun tingkat konsumsi susu sapi masyarakat Indonesia terbilang masih rendah dibanding negara tetangga lainnya, permintaan susu sapi segar untuk kebutuhan industri olahan susu kian melonjak.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita yang mengaku akan menerapkan acuan harga susu dan penyerapannya demi meyakinkan peternak sapi perah. Dengan begitu, peternak bersedia meningkatkan produksi susu sapi perahnya.

“Kami akan merumuskan acuan harga susu dan penyerapannya sehingga peternak mendapat kepastian kalau hasil produksinya terserap. Bersama dengan Mentan (Menteri Pertanian), kami juga akan menyusun kebutuhan yang diperlukan BPIB (Balai Pengujian dan Identifikasi Barang) saat ini,” kata Mendag, seperti melansir Okezone (10/1/2017).

Enggartiasto Lukita menyatakan, akan menyinergikan program dengan Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari demi meningkatkan kebutuhan susu dalam negeri. Enggar pun meminta BBIB Singosari agar melaksanakan program peningkatan populasi sapi perah, dengan menggunakan semen (sperma) beku dari pejantan sapi perah.

Kepala (BBIB) Singosari Enniek Herwijanti menuturkan, kebutuhan semen beku diperoleh dari aneka jenis sapi di berbagai daerah di Indonesia. Sementara itu, untuk kebutuhan bibit sapi impor, butuh pembaruan seta penambahan pejantan sebagai sumber sperma.

Dia pun mengatakan saat ini semen beku untuk sapi impor dari beberapa jenis sapi sebanyak 75% sudah dibeli oleh Jawa Timur. “Semen beku untuk sapi-sapi impor seperti jenis Limosin dan Simental itu 75% dibeli Jawa Timur. Mereka memiliki 32% dari populasi sapi di Indonesia,” jelasnya dilansir dari laman resmi Kementerin Perindustrian (Kemenperin).

loading...
loading...