Penanaman Padi Jajar Legowo Mulai Diterapkan di Semarang

0

Pertanianku – Guna meningkatkan produktivitas tanaman padi di daerah Semarang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bersama Dinas Pertanian dan Kesehatan Ketahanan Pangan daerah setempat terus mendorong penerapan sistem tanam padi dengan metode jajar legowo.

Lebih dari 70% pertanian di Kabupaten Semarang telah menerapkan metode penanaman jajar legowo. Namun, hingga kini, implementasi sistem tanam padi dengan pengaturan jarak antarbenih ini telah diaplikasikan hampir seluruh kawasan ‘lumbung’ ataupun sentra penghasil padi di Kabupaten Semarang.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Kabupaten Semarang, Urip Triyoga, mengungkapkan wilayah sentra penghasil padi yang telah 100% mengaplikasikan sistem ini meliputi Kecamatan Suruh, Kaliwungu, Susukan, Tengaran, serta Kecamatan Banyubiru.

“Khusus untuk wilayah Kecamatan Bringin dan Kecamatan Bancak serta kecamatan lainnya saat ini terus didorong untuk melaksanakan sistem tanam jajar legowo ini,” kata Urip Triyoga, seperti dilansir dari Republika (20/1/2017).

Penerapan sistem tanam padi jajar legowo di Kabupaten Semarang telah mencapai lebih dari 70%. Aplikasi jajar legowo pola 2—1, 3—1, atau 4—1 telah diterapkan dengan menyesuaikan kondisi lapangan.

Metode tanam jajar legowo ini diterapkan guna mendorong produktivitas pertanian tanaman pangan, khususnya untuk tanaman padi. Selain mampu menghasilkan hasil panen lebih banyak, sistem ini juga terbukti mampu menghasilkan padi yang berkualitas.

Melalui sistem tanam jajar legowo, produktivitas petani di lapangan bisa meningkat hingga 10%. Meski begitu, ia juga mengakui tidak semua lahan persawahan di wilayah Kabupaten Semarang bisa dioptimalkan dengan sistem ini.

Sebab, produktivitas pertanian dengan sistem jajar legowo ini juga akan tergantung dengan kesuburan lahan dengan varietas padi yang dibudidayakan.

Artinya, hasil produksi antara wilayah satu dengan lainnya dipastikan tidak akan sama. “Namun hasil produksi aplikasi sistem dipastikan akan meningkat, meski persentasenya berada pada kisaran 5—10%,” pungkasnya.

loading...
loading...