Penyebaran Cabai di Indonesia

Pertanianku – Cabai mulai akrab dengan masyarakat Indonesia sekitar abad ke-15—16, dibawa oleh para penjelajah Portugis. Pada tahun 1522 bangsa Portugis mengirim sebuah kapal ke Pelabuhan Sunda Kelapa. Kapal tersebut membawa barang-barang berharga untuk Dipersembahkan kepada raja Sunda. Kemungkinan di antara barang berharga itu terdapat benih cabai yang dianggap sebagai tanaman rempah.

Penyebaran Cabai di Indonesia

Tahun 1527 Kesultanan Demak mengusir Portugis dari Sunda Kelapa. Portugis mengalihkanperhatian ke Maluku, termasuk Kepulauan Ternate, Ambon, Solor, dan sekitarnya sambil terus memperkenalkan cabai. Sementara itu, pengembangan ke daerah Sumatera diduga melalui pelabuhan-pelabuhan di Selat Malaka.

Abad ke-19, VOC diambil alih oleh pemerintahan Belanda di Eropa. Budi daya tanaman perkebunan pada saat itu berkembang pesat, terutama cabai yang merupakan tanaman penghasil bahan rempah rempah sehingga potensial untuk dijadikan barang dagangan. Sekitar tahun 1918 tercatat ribuan kilogram cabai dikirim dari Pelabuhan Jakarta, Cirebon, Semarang, Surabaya menuju Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Riau, dan Kalimantan.

Catatan sejarah tahun 1899 menyebutkan bahwa masyarakat Jawa pada masa itu sudah terbiasa memanfaatkan buah cabai sebagai bumbu, sedangkan daunnya dimanfaatkan sebagai obat luar. Daunnya disebut juga godong sabrang, bermakna bahwa cabai memang bukan tanaman asli negeri sendiri.

Sumber: Buku Agriflo Cabai

loading...
loading...