Perkenalkan, Kambing Boerka: Persilangan Baru Kambing Kacang

Pertanianku – Di Indonesia peternakan kambing cukup mudah kita temukan. Terlebih saat kita berada di pedesaan. Mayoritas masyarakat di pedesaan beternak, baik kambing maupun sapi. Tak jarang masyarakat di pedesaan memiliki usaha peternakan dengan skala kecil.

perkenalkan-kambing-boerka-persilangan-baru-kambing-kacang

Namun, seperti yang kita tahu para peternak kecil lebih menyukai memelihara kambing lokal untuk diternakkan seperti kambing kacang. Hal ini karena kambing kacang cukup mudah untuk diternakkan, terlebih kambing ini merupakan salah satu jenis hewan ternak yang kebal akan kondisi dan iklim. Dan yang lebih menguntungkan lagi, kambing kacang bisa diberikanan pakan apa pun dan mudah beranak.

Namun kendalanya, pertumbuhan kambing kacang relatif lambat. Terutama bila dibandingkan dengan jenis-jenis kambing impor. Ukurannya pun relatif kecil. Tentu saja hal ini berpengaruh pada hasil panen yang didapat.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Puslitbangnak) membuat suatu gebrakan dengan berinovasi menyilangkan kambing kacang dan kambing boer impor. Kini hasil silangan tersebut sudah menampakkan hasil. Persilangan kedua kambing tersebut bernama kambing boerka. Diambil dari kata “Boer” dan “Kacang”.

Berdasarkan keterangan resminya, kambing boerka ini memiliki sifat pertumbuhan yang cepat, bobot lahirnya lebih berat 40% dari kambing kacang. Laju pertumbuhannya sekitar 45% lebih cepat untuk jantan dan 40% lebih cepat pada betina. Bayangkan saja, dalam kurun waktu sekitar 12—18 bulan sudah siap potong dengan estimasi berat sekitar 26—36 kg per ekor.

Selain bobot dan pertumbuhannya yang tinggi, boerka mewarisi karakter kambing kacang yang tahan banting. Daya adaptasi terhadap lingkungan tropis yang basah cukup baik. Peternak tidak perlu khawatir kalau kambing ini bersifat “manja”, seperti kebanyakan jenis kambing jenis lainnya.

Peternak juga tak perlu khawatir dengan kebiasaan konsumen kita terhadap rasa daging kambing lokal. Kambing boerka ini memiliki tekstur yang mirip dengan kambing kacang. Mutu karkasnya termasuk mutu I sama halnya dengan kambing kacang. Sifat fisik daging dan kandungan nutrisinya relatif sama. Dengan demikian, diperkirakan tidak akan sulit bila dijual di pasar lokal.

Selain pasar lokal, kambing boerka juga mempunyai peluang untuk diekspor. Dengan bobot yang relatif lebih besar per ekornya, peluang untuk diterima di pasar ekspor lebih terbuka.

Kini Puslitbangnak berupaya mensosialisasikan jenis kambing ini. Di Sumatera Utara misalnya, mereka bekerja sama dengan dinas peternakan setempat untuk beternak kambing boerka secara massal.

loading...
loading...