Petani Bawang di Cirebon Rugi Akibat Gagal Panen


Pertanianku – Sejumlah sentra bawang merah di Kabupaten Cirebon mengalami gagal panen yang disebabkan oleh faktor cuaca serta serangan penyakit. Hal itulah yang membuat para petani bawang merah menanggung kerugian yang diperkirakan hingga puluhan juta rupiah.

Hal itu seperti yang terjadi di sentra bawang merah Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon. Di daerah tersebut, tanaman bawang merah yang ditanam sejak Desember 2016 itu hampir seluruhnya mengalami gagal panen.

“Padahal, seharusnya sekarang ini masa panen,” kata Oman, seorang petani bawang merah di Blok Kalibangka, Desa Rawaurip, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, melansir dari Republika (4/2).

Oman menuturkan, tingginya intensitas hujan sejak Desember 2016–Januari 2017 membuat penyakit yang dikenal dengan nama hama grandong menyerang tanaman bawang merah. Akibatnya, tanaman bawang merah menjadi mati.

Oman mengatakab bahwa penyebaran penyakit pada tanaman bawang merah tersebut terjadi sangat cepat. Hanya dalam kurun waktu satu minggu, tanaman bawang merah daunnya menguning dan kering. Jika dibiarkan terus, tanaman akan membusuk. Petani pun harus membabatnya hingga habis supaya tidak menyebar ke tanaman lainnya.

Oman melanjutkan, selama masa tanam bawang, ia telah mengeluarkan modal yang besar. Modal itu di antaranya untuk membeli bibit yang harganya tinggi, yakni mencapai Rp40.000 per kg. Jumlah bibit yang ditanamnya sebanyak tiga kuintal.

Selain untuk bibit, Oman juga mengeluarkan modal guna membeli pupuk dan obat-obatan dan membayar upah pekerja/buruh tani yang menanam dan merawat tanaman bawang merahnya. Namun, penyakit yang menyerang tanaman bawang merah membuat modal yang telah dikeluarkan Oman tak bisa kembali. Dari tiga kuintal bibit yang ditanamnya, hanya satu kuintal bawang merah yang bisa dipanennya.

Baca Juga:  Kementerian ESDM Beri Bantuan 100 Konverter Kit untuk Nelayan Cirebon

Bawang merah yang bisa dipanen pun kualitasnya kurang bagus sehingga hanya dihargai Rp10.000 per kg. Akibatnya, uang yang diperolehnya hanya sekitar Rp1 juta. “Saya rugi Rp20 jutaan,” kata Oman.

Meski hanya memperoleh untung sekitar Rp1 juta, Oman mengaku masih bersyukur karena tetap memperoleh hasil. Hal ini karena banyak petani bawang merah di daerahnya yang bahkan tak memperoleh hasil sedikitpun.

loading...
loading...