Petani di Lombok Timur Suka dengan Bibit Bawang yang Diimpor Pemerintah

0

Pertanianku – Pemerintah melalui Perum Bulog berencana mengimpor 1.500 ton benih bawang merah dari Filipina dan Vietnam. Hal ini dilakukan untuk menekan harga benih di petani yang melambung tinggi. Ternyata benih impor tersebut tidak disukai petani di daerah Cirebon, Jawa Barat. Sebaliknya, benih bawang merah impor justru disukai petani di Lombok Timur.

Petani di Lombok Timur Suka dengan Bibit Bawang yang Diimpor Pemerintah

Direktur Perbenihan Hortikultura, Ditjen Hortikultura, Kementerian Pertanian (Kementan) Sri Wijayanti Yusuf mengatakan, benih impor yang ditanam petani di Cirebon dan Brebes merupakan benih impor asal Vietnam. Petani di Jawa Barat dan Jawa Tengah merupakan petani yang gemar memakai benih impor dan terbiasa menggunakan benih impor Filipina. Benih impor asal Filipina biasa digunakan untuk pertanian musim kemarau.

“Mungkin tidak suka bukan karena kualitasnya, mungkin karena tidak biasa menanam itu saja. Lebih pada itu, preferensi,” kata Wijayanti seperti dilansir Republika (16/9).

Namun, sebaliknya benih impor asal Vietnam justru sangat digemari petani bawang di Lombok Timur. Yanti yang tengah memonitor benih asal impor di Lombok Timur mengatakan, pertumbuhan benih asal Vietnam cukup bagus. “Mereka suka,” tutur Wijayanti.

Menurut Yanti, benih asal Vietnam tahan terhadap musim panas dan tetap bagus pada saat musim hujan. Hal senada diakui Abdurrahman, petani di Kecamatan Wanasaba, Lombok Timur. “Iya memang itu yang disenangi,” katanya mengacu pada benih asal Vietnam. Benih impor tersebut didapat dengan harga Rp37.000/kg, jauh lebih mahal dari harga yang ditetapkan.

Yanti menambahkan, jika harga tersebut diakibatkan adanya ongkos untuk sampai Lombok. “Di Pulau Jawa saya terima Rp30.000/kg, tambah ongkos nyampenya Rp37.000/kg,” tutup Yanti.

loading...
loading...