Petani: Kebijakan Impor Cangkul Sangat Tidak Logis


Pertanianku – Petani yang tergabung dalam Serikat Petani Indonesia (SPI) menilai kebijakan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang mengimpor cangkul, dapat mematikan usaha kecil alat pertanian tanah air.

Petani: Kebijakan Impor Cangkul Sangat Tidak Logis

Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI) Henry Saragih mengungkapkan, pernyataan Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri yang menyetujui impor tersebut dengan alasan banyaknya cangkul ilegal yang masuk ke Indonesia sangat tidak logis.

“Argumentasinya jelas tidak logis. Selama ini petani kita di Indonesia menggunakan cangkul produksi lokal yang berbasis di dalam negeri, di Indonesia,” jelas Henry, seperti dilansir dari Liputan6 (2/11).

Henry juga menyebut, banyak cangkul yang digunakan para petani di Indonesia yang diproduksi pelaku usaha kecil alat pertanian, seperti di Tapanuli Selatan, Pancur Batu, Pasuruan, dan Ciwidey.

“Umumnya, banyak industri kecil dalam negeri yang memasok cangkul-cangkul yang digunakan oleh para petani kita,” ucap Henry.

Henry menegaskan, Indonesia tidak pernah kekurangan produksi cangkul. Seharusnya pemerintah lebih memerhatikan industri-industri kecil di dalam negeri, dan lebih memberdayakan produsen-produsen cangkul.

“Saya tegaskan, tidak perlu impor cangkul. Para petani kita tidak pernah kekurangan produksi cangkul. Pemerintah seharusnya memberdayakan para produsen cangkul yang ada di Indonesia,” ungkapnya.

Sebelumnya, pemerintah merestui kebijakan impor cangkul dari Cina. Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan mengambil kebijakan dengan menunjuk PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) untuk merealisasikan impor.

Kemendag melalui Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri telah menyetujui importasi alat-alat dan mesin pertanian yang pelaksanaannya dilakukan PT PPI.

PT PPI menunjuk PT Sakti Utama Nusantara yang berdomisili di Medan sebagai distributor alat dan mesin pertanian untuk seluruh Indonesia.

Baca Juga:  Ternyata Ini Tujuan Mentan Adakan Acara Jambore Peternakan Nasional
loading...
loading...