Peternak Sapi Belum Juga Mendapat Kemudahan Pinjaman Modal


Pertanianku – Para pelaku usaha peternak sapi di Indonesia, khususnya para peternak di Kabupaten Tabanan, Bali, dirasa masih cukup kesusahan untuk mendapatkan pinjaman modal bank saat pemerintah menggulirkan program penguatan modal bagi para peternak.

Peternak Sapi Belum Juga Mendapat Kemudahan Pinjaman Modal

“Bagi peternak pemula, masih mengeluhkan sulitnya akses permodalan perbankan. Bahkan, mereka ini harus meminta rekomendasi dari dinas terkait untuk bisa mengakses pinjaman modal dari bank,” kata Ketua Gabungan Usaha Peternak Babi (Gubi) Kabupaten Tabanan Darma Susila, seperti dilansir Okezone (25/10).

Darma mengatakan, perbankan dalam menyalurkan kredit modal kerja memang mempunyai persyaratan yang diterapkan terhadap pelaku usaha pemula.

“Kondisi tersebut berarti memang di tengah berbagai kemudahan yang digulirkan pemerintah melalui program penguatan modal dengan melibatkan kalangan perbankan, tampaknya belum bisa banyak membantu kalangan pebisnis pemula. Sebab, bank sendiri memiliki aturan sekaligus prinsip kehati-hatian dalam menggulirkan kredit di lapangan,” tambah Darma.

Darma Susila yang juga seorang peternak itu menambahkan, para peternak pemula tersebut sangat membutuhkan kucuran dana untuk mengembangkan usahanya. Namun, pada sisi lain pihak bank tetap menerapkan prinsip kehati-hatian atau menyalurkan kredit secara ketat.

“Sebab ada indikasi, kalangan perbankan memosisikan sektor peternakan menjadi usaha yang riskan terkena dampak dari lesunya ekonomi, sehingga mereka sangat hati-hati menyalurkan kredit ke peternak,” jelas Darma Susila.

Selain sektor peternakan, kalangan pengusaha properti dan sektor lainnya belakangan ini juga terkena dampak dari kelesuan ekonomi.

“Padahal semestinya sektor peternakan mendapat prioritas dari bank, di tengah kelesuan ekonomi dengan harapan usaha itu dapat berkembang dengan membantu bidang permodalan,” kata Darma Susila.

Baca Juga:  Festival Danau Toba 2017 Siap Digelar Minggu Kedua Desember
loading...
loading...