Pria Ini Raup Omzet Miliaran dari Budidaya Kentang

0

Pertanianku – Seorang pria lulusan Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) bernama Wildan Mustofa sukses melanjutkan usaha yang telah dirintis oleh ayahnya menjadi petani sayuran di Pengalengan, Bandung, Jawa Barat sejak 1963. Ia mendirikan Hikmah Farm yang kini sudah beromzet miliaran rupiah.

pria-ini-raup-omzet-milyaran-dari-budidaya-kentang

“Saya ini melanjutkan usaha bapak saya yang awalnya menanam berbagai macam sayuran dengan modal sekitar Rp1 juta. Di atas lahan seluas 160 meter persegi, Bapak menanam 14 kg bibit kentang dan berbagai macam sayuran,” kata Wildan, seperti dilansir dari Jitunews.

Saat mulai budidaya kentang, Wildan mendapat pinjaman modal dari BRI sebesar Rp5,5 juta yang bisa ia kembalikan dalam waktu 6 bulan. Lambat laun usaha budidaya kentang Hikmah Farm terus berkembang hingga saat ini, luas kebunnya mencapai 50 hektare yang berada di Kabupaten Bandung.

Wildan melakukan semua proses, mulai dari pembenihan, penanaman sampai distribusi hasil panen. Untuk proses penanaman, Wildan mengembangkan pola kerja sama kemitraan dengan 50 kelompok tani di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan dengan lahan seluas 100 hektare. Para petani ini tidak hanya diberikan fasilitas, tetapi juga pendidikan dan pengetahuan. Jadi, dengan adanya perencanaan dan ilmu pengetahuan ini, hasil yang didapat akan maksimal.

Wildan mengatakan, jenis kentang yang dibudidaya di Hikmah Farm adalah 80—90% jenis kentang sayur (Granola dan Nadia) dan 10—20% kentang olahan (Dea dan Pink 06) yakni kentang yang biasa digunakan untuk membuat keripik kentang, french fries, perkedel, dan aneka olahan kentang yang banyak dipesan perusahaan besar ataupun hotel.

Jenis kentang baru yang dimiliki Hikmah Farm dan sudah menjadi varietas unggulan nasional, yakni Nadia, Dea dan Pink 06. Ketiga kentang tersebut merupakan hasil kerja sama antara IPB dan Balitsa. Kentang Nadia dan Dea diperkenalkan sejak 2008, sedangkan kentang Pink 06 pada 2009. Nadia merupakan hasil mutasi kentang Granola (kentang sayur) yang memiliki pertumbuhan lebih baik daripada Granola. Dari sisi tanaman, Nadia lebih kokoh, stolon (batang sulur di bawah tanah) lebih panjang, dan produktivitasnya lebih tinggi, yakni 27,5—32 ton/ha.

Untuk kentang olahan yang banyak dipakai untuk pembuatan chips memiliki ciri mata tunas berwarna merah dengan tingkat produktivitas yang sama tingginya dengan Nadia. Sementara itu, untuk kentang jenis Pink 06 merupakan kentang terbaru dengan warna kulit merah muda. Yang menarik kentang ini banyak diminati kalangan ekspatriat dan mulai dijual di supermarket seperti Ranch Market, Farmer Market, dan sebagainya. Dari sisi harga tentu kentang Pink 06 lebih mahal.

Dalam menjalankan usaha budidaya kentang, Wildan bekerja sama dengan Departemen Agronomi dan Hortikultura IPB, Bogor dan Balai Penelitian Tanaman Sayur (Balitsa), Bandung, Jawa Barat.

“Dari kerja sama dengan IPB dan Balitsa hingga ditemukan varietas baru di mana mata tunas dan kulitnya berwarna merah yang kemudian diberi nama Dea dan Pink 06. Sementara kentang ini belum banyak dibudidaya, karena permintaan baru datang dari hotel,” papar Wildan.

Dengan kisaran panen sekitar 200 ton per bulan dan harga jual Rp4.500—Rp6.000 per kg, omzet sebesar Rp900 juta—Rp1,2 miliar pun mampu diraup Wildan.

loading...
loading...