Pria Ini Raup Omzet Rp500 Juta per Bulan dari Ternak Jangkrik

Pertanianku – Bambang Setiawan asal Cirebon, Jawa Barat, sukses menekuni usaha ternak jangrik. Saat ini ia menjadi salah satu pengusaha jangkrik beromzet ratusan juta setiap bulannya.

pria-ini-raup-omzet-rp500-juta-per-bulan-dari-beternak-jangkrik

Meskipun pada awalnya tak memiliki pengalaman apa pun tentang ternak jangkrik, Bambang memiliki keinginan yang besar serta tekat yang bulat. Ia merintis usaha tersebut sejak 2010 silam dan hingga kini usahanya masih terus berjalan.

Saat itu, ia baru saja lulus dari Fakultas Teknik Institut Teknologi Bandung (ITB). Dengan bergelar sarjana teknik, hal tersebut tidak membuatnya malu ketika memutuskan menjadi peternak jangkrik. “Begitu lulus, saya langsung pulang kampung ke Cirebon dan buat usaha setelah beberapa bulan,” jelas Bambang, seperti dikutip Kompas.com (13/12).

Hingga saat ini, Bambang telah memiliki karyawan lebih dari 65 orang. Bahkan yang membanggakannya lagi, Bambang merupakan salah seorang pembudidaya jangkrik terbesar di Cirebon. Bambang mampu memproduksi 200 kg jangkrik dan 8 kg telur jangkrik yang siap diternakkan.

Karena keuletan dan kerja kerasnya tersebut, Bambang pernah mendapat sejumlah penghargaan. Salah satu penghargaan yang didapatkan, Bambang pernah dinobatkan seagai Wirausaha Muda Mandiri 2014 perwakilan Jawa Barat untuk kategori bidang usaha industri, perdagangan, dan jasa.

Penghargaan tersebut ia peroleh karena dinilai berhasil membuka industri peternakan jangkrik yang sebelumnya tidak pernah ada di Cirebon, sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi warga di Desa Bakungkidul, Kecamatan Jamblang, Cirebon.

Jangkrik hasil tangkarannya dipasarkan ke Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jabodetabek. Pengiriman terbesar ialah ke Bandung, sebanyak 100 kg per hari.

Kebanyakan jangkrik itu digunakan untuk pakan burung, pakan ikan hias, umpan memancing, dan ada juga yang pesan untuk dijual lagi.

Ia membanderol harga 1 kg jangkrik sebesar Rp45.000—Rp 50.000, sedangkan telur jangkrik dihargai lebih mahal lagi. Untuk varietas jangkrik alam, harganya Rp350.000—Rp400.000 per kg, sedangkan harga varietas telur jangkrik kalung sebesar Rp325.000 per kg.

Dari usaha ini, ia bisa mendapat omzet Rp15 juta per hari. Itu belum termasuk dari penjualan telur jangkrik untuk pembibitan. Jika ditotal, Bambang bisa meraup omzet hingga Rp500 juta per bulan.

Karena sukses menangguk omzet besar, ia tidak lantas berpuas diri. Belakangan, ia justru melakukan ekspansi produk dengan membuat makanan olahan jangkrik, di antaranya kerupuk jangkrik dengan merek Cricket Chips. “Baru awal Maret ini dibuat,” ucapnya.

Kerupuk jangkrik ini dibuat dalam tiga pilihan rasa, yakni orisinal, keju, dan pedas dengan kemasan 175 gram. Harga per bungkusnya Rp25.000.

loading...
loading...