Produktivitas dan Kualitas Susu Sapi Perah Turun: Susu Segar Dibuang

Pertanianku – Curah hujan yang tinggi di wilayah Kabupaten Semarang terus memengaruhi produktivitas para peternak sapi perah. Di Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, susu sapi yang dihasilkan bahkan dibuang percuma karena kualitasnya rendah.

susu-sapi-segar-dibuang-akibat-produktivitas-dan-kualitas-sapi-perah-menurun

Siswoyo salah seorang peternak sapi perah di desa ini mengakui, intensitas hujan yang tinggi memengaruhi kelembapan pakan (rumput). Akibatnya, berpengaruh pada susu sapi yang dihasilkan.

“Susu sapi yang dihasilkan menjadi lebih encer karena kadar airnya tinggi dan kualitasnya rendah. Sehingga tidak bisa dijual,” kata Siswoyo, seperti dilansir Antaranews (23/11).

Ia menjelaskan, jika kelembaban pakan normal, seekor sapi mampu memproduksi susu segar 12 liter untuk beberapa kali pemerahan. Saat ini produktivitas susu mengalami penurunan menjadi 10 liter per hari.

Hanya saja, hampir 60 persen atau sekitar 5,5 liter di antaranya merupakan susu encer yang kualitasnya dianggap jelek. Dengan demikian, koperasi susu di desanya tidak mau membeli susu sapi dari para peternak.

Sementara itu, susu yang masih bisa dijual pun kualitasnya juga masih di bawah standar pembelian koperasi. Harganya juga turun menjadi Rp4.200 per liter. Ini membuat biaya produksi dan produktivitas susu sapi ini menjadi tidak sebanding.

Akibatnya, para peternak harus menanggung kerugian. Di desa ini ada 260 peternak sapi perah dengan total populasi sapi perah mencapai 1.000 ekor. Jika dihitung, kerugian peternak bisa mencapai puluhan juta rupiah.

Seandainya, tiap peternak membuang susu hingga 2 liter, setidaknya ada 2 ribu liter susu sapi yang jika diuangkan mencapai Rp8,4 juta.

“Ini belum dihitung dengan biaya perawatan dan pakan,” lanjutnya.

Sependapat dengan Siswoyo, Suwardi, salah seorang perangkat Desa Batur. Menurutnya, susu yang tidak laku dijual ini sebagian dimanfaatkan oleh para peternak untuk dibuat tahu susu. Namun, sebagian lagi harus dibuang sia-sia. Jika kadar air pada susu tinggi, sudah dianggap rusak dan tidak bisa dijual ke koperasi susu. Saat ini, para peternak seperti dirinya harus bisa menyiasati tingginya kadar air pada rumput pakan ternak.

Suwardi mengatakan jika para peternak sapi perah di desanya sekarang menghindari pemotongan rumput pakan saat pagi hari. Karena, pada pagi hari rumput masih berembun sehingga cenderung basah.

loading...
loading...