Raup Untung Jutaan Rupiah dari Kotoran Burung Puyuh, Kok Bisa?

Pertanianku – Apakah Anda pernah terpikirkan bahwa kotoran memiliki nilai jual? Pasti tidak pernah terpikirkan bukan? Namun, hal ini benar adanya. Seorang pria bernama Harlizan Dori telah membuktikannya. Saat ini, Ijal biasa ia disapa, telah mengantongi omzet jutaan rupiah dari hasil penjualan kotoran burung puyuh.

Setiap minggunya, Ijal selalu diserbu masyarakat yang memburu kotoran puyuh dari ternaknya tersebut.

“Banyak yang datang ke peternakan puyuh saya untuk menanyakan kotoran puyuh. Sampai-sampai kewalahan melayani mereka. Bahkan, ada yang kecewa karena tidak kebagian,” kata Ijal.

Sebenarnya untuk apa kotoran tersebut? Kotoran puyuh merupakan sisa makanan yang sudah diolah oleh perut puyuh dan sudah tercampur oleh bakteri setelah keluar dari anus puyuh. Ternyata, masyarakat khususnya di Kota Bengkulu, menggunakan kotoran puyuh sebagai pupuk bagi tanamannya.

“Masyarakat yang membeli kotoran puyuh dari saya mengaku untuk dijadikan pupuk,” ucap Ijal.

Tanaman yang diberi pupuk dari kotoran puyuh antara lain tanaman cabai, terong, sawi, bayam, dan kangkung. Ijal mengakui sama sekali tidak mengetahui bahwa kotoran puyuh sedang marak diburu oleh masyarakat yang senang bercocok tanam atau berkebun.

“Berdasarkan pengakuan pembeli katanya dengan menggunakan kotoran puyuh tanaman lebih subur dan buahnya lebih besar. Batangnya lebih hijau dan tidak berbau, mungkin pembeli sudah tahu dari tempat lain. Saya belum pernah mencobanya,” lanjut Ijal.

Kotoran puyuh yang dijual oleh Ijal masih berbentuk kotoran belum dijadikan sebagai pupuk kompos. Kurun waktu seminggu kotoran yang dihasilkan mencapai 15—20 karung yang dihasilkan dari 1.500 ekor Puyuh yang diternak oleh Ijal.

“Sekitar itulah kotoran puyuh yang didapat. Kami kewalahan karena sekali membeli kotoran masyarakat selalu meminta dengan jumlah banyak. Terpaksa jika tidak kebagian harus menunggu minggu depannya lagi. Kotoran burung puyuh sendiri sudah disiapkan tempatnya pada masing-masing sangkar puyuh, jadi jika penuh tinggal ambil dari tempatnya lalu dimasukkan ke karung,” ungkap Ijal.

Harga untuk setiap karungnya dihargai Rp20.000. Dalam sebulan Ijal dapat panen kotoran Puyuh 4—5 kali. Modal yang dikeluarkan untuk kotoran puyuh sendiri tidak ada, artinya untuk lebih didapatkan tanpa mengeluarkan modal sedikitpun.

“Saya jual cuma kotoran burung puyuh saja jadi tidak ada pengolahan khusus,” ucap Ijal.

Keuntungan yang didapat berkisar Rp800.000—Rp1 juta lebih per bulannya dari kotoran puyuh saja. Selain itu, penghasilan yang didapat dari penjualan telur dan daging puyuh mencapai Rp5 juta per bulannya.

“Untuk omzet segitulah jumlahnya dan alhamdulillah. Namun juga diimbangi dengan pengeluaran untuk pakan burung puyuh yang seharinya habis 40 kg pangan dengan harga Rp5.000 per kg. Jika mau hemat lagi saya sering mengoplos pangan sendiri,” tutur Ijal.

loading...
loading...