Stok Pupuk Urea 2017 Melimpah

Pertanianku – Stok pupuk urea selama Desember 2016 lalu hingga awal Januari 2017 mengalamai lonjakan yang cukup signifikan. Hal ini dikarenakan banyak petani yang mulai bercocok tanam untuk musim rendeng 2016/2017.

stok-pupuk-urea-2017-melimpah

Stok pupuk yang tadinya membanjiri jalanan di area pabrik sudah habis didistribusikan. Manajer Humas PT Pupuk Kujang Cikampek, Ade Cahya Kurniawan, mengatakan, selama 2016 penyerapan pupuk di lapangan belum maksimal. Sebab, banyak kendala yang terjadi di tahun kemarin.

Salah satunya, curah hujan yang cukup tinggi. Akibat cuaca ekstrem itu, penyerapan pupuk minim. “Petani memundurkan masa tanam, karena takut terjadi banjir,” kata Ade, seperti dikutip Republika (3/1/2017).

Selain itu, jalur distribusi juga menjadi rusak akibat cuaca ekstrem tersebut. Oleh karena itu, stok pupuk melimpah di 2016. Bahkan, saking banjirnya sampai memenuhi ruas jalan di kawasan pabrik.

Akan tetapi, mulai awal Desember penyerapan di tingkat petani ada lonjakan. Sampai awal tahun juga, permintaannya tinggi. Stok yang menumpuk di jalanan pabrik itu sudah tidak ada karena telah didistribusikan ke gudang-gudang lini III di tingkat kabupaten.

Meskipun penyerapan pupuk tinggi, lanjut Ade, petani tak perlu khawatir sebab stok pupuknya masih cukup banyak sehingga untuk kebutuhan musim tanam sekarang sangat aman. Adapun stok pupuknya mencapai 67 ribu ton. Stok tersebut, berada di gudang lini II (pabrik) dan gudang lini III. “Produksinya juga terus ditingkatkan, seiring dengan tingginya permintaan,” lanjut Ade.

Menurut Ade, selama 2016 produksi pupuk urea mencapai 954 ribu ton atau 98,90% dari target RKAP sebesar 965 ribu ton. Untuk amonia sebesar 610 ribu ton atau 95,71% dari target RKAP sebesar 638 ribu ton. Kemudian, hasil produksi pupuk NPK mencapai 103 ribu ton atau 60,61% dari target RKAP sebesar 170 ribu ton.

Penyerapan pupuk oleh petani sepanjang 2016, untuk pupuk urea sebanyak 635 ribu ton atau 96,69% dari target RKAP sebesar 657 ribu ton. Pupuk organik 24 ribu ton atau 86,33% dari target RKAP sebesar 28 ribu ton.

“Untuk penyaluran NPK bersubsidi di Jawa Barat dan Banten, kami telah menyalurkan sebanyak 94 ribu ton atau 99,64 dari target RKAP sebesar 95 ribu ton,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kehutanan Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Karawang, Kadarisman, mengatakan, target luasan tanam musim rendeng 2016/2017 mencapai 96.482 hektare. Sampai saat ini, yang sudah tanam sudah 35.420 hektare atau setara 34%.

“Kami mengimbau supaya petani segera memercepat tanam. Karena, ketersediaan air sangat banyak,” ujarnya.

loading...
loading...