Stop Buang Biji Nangka! Ini Lho Khasiatnya!

Pertanianku – Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Umi Kartika Safitri, mahasiswa Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor, menemukan bahwa biji nangka mengandung prebiotik polisakarida dan oligosakarida yang tidak dapat dicerna oleh enzim pencernaan.

stop-buang-biji-nangka-ini-lho-khasiatnya

“Biji nangka bersifat prebiotik dan selama ini termasuk bahan pangan yang belum banyak dimanfaatkan masyarakat,” Umi.

Bahkan, biji buah nangka mampu menstimulir pertumbuhan bakteri lactobacillus yang ada di dalam tubuh. Apalagi, kanker kolon merupakan penyebab kematian kedua di dunia.

Faktor risiko yang berhubungan erat dengan kanker kolon, menurutnya, ialah gaya hidup, yaitu pola makan, berat badan, dan aktivitas fisik. Melihat kandungan biji nangka itu, Umi menambahkannya dalam minuman susu fermentasi sinbiotik.

Susu fermentasi ini menggunakan dua jenis bakteri asam laktat, yaitu Lactobacillus plantarum dan Lactobacillus brevis. Dikemukakannya, biji nangka dapat diolah menjadi tambahan susu fermentasi sinbiotik untuk meningkatkan daya guna, daya simpan, dan nilai ekonomisnya.

Susu hasil fermentasi kaya bakteri asam laktat memiliki efek positif bagi kesehatan karena dapat menghambat beberapa spesies bakteri patogen seperti salmonella, listeria, dan clostridium. Selain itu, susu fermentasi mengandung bakteri asam laktat mampu meningkatkan kerja enzim galaktosidase yang mempermudah pencernaan laktosa usus, meningkatkan kualitas gizi, menurunkan kadar kolesterol darah, mencegah kanker, dan mengatasi diare. Dalam proses penelitian itu disebutkan bahwa sebelum dibuat tepung, biji nangka dicuci untuk menghilangkan kotoran.

Biji nangka lalu direbus dalam suhu 90°C selama 10 menit menggunakan steam jacket untuk menghilangkan lendir dan mempermudah pelepasan kulitnya.

Sesudah itu, biji nangka dipisahkan dari kulit yang masih menempel menggunakan abrassive peeler, kemudian diiris menggunakan slicer menjadi bagian-bagian kecil untuk memudahkan proses pengeringan.

Proses pengeringan dilakukan pada suhu 60°C selama empat jam. Pengeringan ini untuk mengurangi kadar air dalam biji nangka sehingga mempermudah penggilingan.

Selanjutnya, dilakukan penggilingan dengan discmill berukuran 60 mesh, kemudian diayak dengan ukuran 100 mesh agar tekstur produk akhir tidak berpasir.

Rendemen yang diperoleh dari proses tersebut adalah 9,66%. Pada tahap selanjutnya adalah pembuatan minuman sinbiotik yang diawali dengan penyiapan kultur starter. Bakteri yang digunakan adalah L. plantarum yang bersifat homofermentatif dan L. brevis yang bersifat heterofermentatif.

Pembuatan minuman sinbiotik dilakukan dengan membuat delapan formula, dimana hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara kontrol formula yang tidak ditambah tepung biji buah nangka dan formula yang ditambah tepung biji nangka.

loading...
loading...