Strategi Mendag Bongkar Penimbunan Beras


Pertanianku – Beras merupakan komoditas utama masyarakat Indonesia. Hal ini berakibat dengan harga beras yang tergolong tidak stabil. Jika terjadi kenaikan harga beras bukan tidak mungkin akan berpengaruh pada masyarakat. Pasalnya, beras adalah bahan pangan pokok setiap masyarakat di Indonesia.

strategi-mendag-bongkar-penimbunan-beras

Namun, setiap kali lonjakan terjadi yang utama disalahkan adalah pedagang beras. Seperti para pedagang beras di Pasar Induk Beras Cipinang mulai mengeluhkan persoalan tersebut. Banyak tuduhan penimbunan acap kali diterima ketika terjadi lonjakan harga beras.

Menanggapi keluhan tersebut, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita yang tengah melakukan inspeksi dadakan (sidak) meminta para pedagang beras melaporkan secara rutin dan detail bagaimana stok beras setiap bulannya kepada Kemendag.

“Saya katakan ke mereka, mereka silakan kalau siapkan gudang di manapun, bisa di Cipinang, dan tempat lain, daftarkan ke kami. Stoknya ada berapa hingga akhir bulan juga sampaikan kepada kami. Itu sampaikan catatannya sehingga tidak ada hal-hal yang dijadikan alasan ada penimbunan beras,” ucap Mendag, belum lama ini saat mengunjungi di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, seperti melansir Okezone (19/12).

Menurut Enggartiasto, penimbunan itu terjadi ketika barang ditahan, harga naik, terus dilepas sedikit. Karena itu, dibutuhkan data detail berapa stok di setiap gudang berasnya. Dia melanjutkan, penimbunan ini memang menimbulkan dilema. Pasalnya, selama ini belum ada gudang yang dibangun pemerintah untuk dipergunakan para pedagang beras.

“Kalau dia (gudang) BUMN maka ini statusnya harus utuh. Tetapi di sisi lain, ini tidak mungkin dibebankan ke pengusaha, kalau dibebankan ini bisa mempengaruhi harga beras. Jadi bisa dibebankan harga tinggi, tapi kami tidak mau,” tutur Mendag.

Baca Juga:  Pemerintah Siap Luncurkan Program Hutan Sosial, Apa Ya Fungsinya?
loading...
loading...