Teknik Tepat Budidaya Kopi Agar Tak Gagal Panen

Pertanianku – Kopi merupakan salah satu komoditas ekspor dan unggulan yang dikembangkan di Indonesia karena memiliki nilai ekonomis yang relatif tinggi.

teknik-tepat-budidaya-kopi-agar-tak-gagal-panen

Tanaman kopi memilki akar tunggal, berbatang tegak lurus dan beruas-ruas, daun bulat telur, dan ujungnya agak meruncing hingga bulat yang tumbuh pada batang. Bunga pada tanaman kopi tumbuh di ketiak-ketiak cabang primer yang tersusun berkelompok, yang terdiri atas 4—6 bunga. Sementara itu, buah kopi yang masih muda berwarna hijau dan buah yang telah matang berwarna merah.

Syarat tumbuh tanaman kopi, yaitu pada ketinggian > 700 m dpl. Curah hujannya, yaitu 1.500—2.500 mm per tahun, dan suhu rata-rata 15°C—25°C dengan pH tanahnya sekitar 5,5—6,5.

Teknik tepat budidaya kopi agar tak gagal panen:

Persiapan lahan

Persipan lahan dilakukan untuk budidaya kopi adalah dengan cara membersihkan lahan dari berbagai tumbuhan liar dan rumput dengan cara dibabat.

Pembibitan

Pada budidaya kopi, pembibitan dapat dilakukan dengan dua cara, yakni generatif dan vegetatif. Dengan cara generatif, kopi diperbanyak dengan menggunakan biji. Biji ditanam pada lahan persemaian atau di polybag. Sementara itu, perbanyakan vegetatif, yaitu dengan cara sambung pucuk, tetapi masih sangat jarang dilakukan.

Penanaman

Jarak tanam antartanaman, yaitu 2—3 meter. Lubang tanamnya berukuran panjang 30 cm, lebar 30 cm, dan kedalaman 30 cm. Penanaman kopi dilakukan dengan cara mengaduk kompos, Thricoderma dengan tanah pada lubang tanam. Selanjutnya, bibit dimasukkan dengan hati-hati ke lubang tanam tersebut.

Pemeliharaan

Pada budidaya kopi, pemeliharaan tanaman dapat dilakukan dengan melakukan pemangkasan, penyiraman, pemupukan, serta pengendalian hama dan penyakit.

Pemangkasan dilakukan pada tanaman kopi yang telah berusia kurang lebih 2—3 tahun. Tujuannya, agar pohon kopi tidak melebihi ketinggian dari 2 meter. Jika tidak dipotong, pembuahan akan terus mengejar ke bagian atas dan mempersulit ketika panen sehingga cabang yang di bagian bawah tidak mau berbuah lebat.

Pemupukan dilakukan untuk meningkatkan hasil produksi tanaman kopi. Pupuk yang digunakan adalah pupuk kompos dan pupuk organik cair. Dosis pupuk kompos yang digunakan, yaitu pada saat usia 1—3 tahun diberikan 2 kg/tanaman selama 3 bulan sekali, dan pada umur 3 tahun ke atas diberikan 3 kg/tanaman selama 3 bulan sekali. Sementara itu, dosis pupuk organik cair pada saat usia 1—3 tahun diberikan 3 liter/tanaman selama 3 bulan sekali, dan pada umur 3 tahun ke atas diberikan 5 liter/tanaman selama 3 bulan sekali.

Pengendalian hama dan penyakit

Hama yang sering menyerang tanaman kopi adalah penggerek buah kopi (PBKo), penggerek batang dan cabang, kutu dompolan, dan nematoda. Sementara itu, penyakit yang sering menyerang tanaman kopi adalah karat daun, jamur upas, jamur akar, penyakit mati ujung, dan penyakit embun jelaga. Pengendalian hama dan penyakit pada tanaman kopi bisa dilakukan dengan cara sanitasi lahan, penggunaan pestisida nabati, dan melakukan pemotongan pada bagian yang terserang.

Panen

Pemanenan kopi dapat dilakukan dengan cara memetik buah kopi yang telah matang dan berwarna merah, tetapi pemanenan tidak dilakukan secara serentak karena kopi berbunga tidak berbarengan sehingga menyebabkan buahnya tidak masak bersama-sama.

Pascapanen

Pengelolaan pascapanen yang dilakukan pada buah kopi adalah sortasi buah, penggilingan, fermentasi, pencucian, dan penjemuran.

loading...
loading...