Teknik Tepat Memanen Mangga


Pertanianku – Mangga merupakan salah satu buah favorit yang banyak diminati dan disukai oleh masyarakat Indonesia. Hal ini karena mangga memiliki cita rasa yang berbeda dengan buah lainnya. Bukan hanya itu, mangga juga memiliki aroma dan rasa yang bervariasi karena terdapat banyak jenis buah dan pohonnya.

Teknik Tepat Memanen Mangga

Memanen mangga pertama dilakukan sekitar 10—13 buah per pohon. Hasil itu akan terus meningkat, yakni seiring dengan pertambahan umur dan perawatan yang intensif. Ketika pohon berumur enam tahun, hasilnya bisa mencapai 50—75 buah per pohon. Umur 10 tahun, bisa menghasilkan 300—500 buah per pohon. Umur 10—15 tahun, bisa menghasilkan 1.000 buah, dan umur 15—20 tahun bisa menghasilkan 2.000—5.000 buah per pohon.

Hasil sebanyak ini terutama untuk mangga yang tidak begitu besar ukuran buahnya seperti lalijiwo. Masa paling produktif untuk menghasilkan buah adalah ketika pohon mangga berumur 20—40 tahun, yakni hasil rata-ratanya bisa mencapai 1.000—1.200 buah per pohon/tahun.

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memanen mangga.

  • Jangan menunggu sampai buah masak untuk melakukan pemanenan. Bila ditunggu, akan banyak buah yang rusak dimakan burung, codot, kalong, dan musang. Selain itu, banyak juga buah yang jatuh sehingga kulit dan daging buahnya akan memar. Sebaiknya, lakukan pemanenan mangga ketika buahnya masih keras, tetapi usianya sudah tua. Lakukan seleksi satu per satu. Ini karena walau masih dalam satu pohon, bunga pada setiap cabang tidak bersamaan keluarnya. Usia buah dalam satu pohon pun bervariasi karena ada buah yang masih muda dan sudah tua.
  • Mangga siap dipanen ketika di pohon sudah terlihat satu atau dua buah yang masak. Tanda buah mangga yang sudah masak, di antaranya bila dipegang terasa lebih lunak dan telah terjadi perubahan warna kulit buah dari hijau menjadi kuning atau kemerahan. Pada mangga manalagi, arumanis, dan gadung warnanya berubah dari hijau menjadi hijau kebiruan.
  • Buah mangga dapat dipanen dengan cara dipetik langsung (pada buah yang mudah dijangkau) atau dapat menggunakan galah bambu yang ujungnya dilengkapi lingkaran besi dan kantong jala yang longgar dengan diameter lingkaran besi sekitar 30 cm. Ketika dipetik, satu per satu buah mangga jatuh ke kantong jala tanpa merusak kulit.
Baca Juga:  Memilih Pisang Jangan Sembarangan, Begini Caranya
loading...
loading...