Teknik Tepat Pemanenan Buah

Pertanianku – Pertumbuhan tanaman buah biasanya dipengaruhi oleh sistem perawatan sejak awal menanam hingga pemanenan. Kualitas buah pun juga demikian yang akan dipengaruhi oleh pemanenan yang dilakukan petani, baik dalam cara memetik maupun perlakukan terhadap tanaman pascapanen. Untuk menghindari hasil panen yang tidak seragam dan rendah kualitasnya, diperlukan pengetahuan tingkat kematangan buah yang akan dipanen dan cara petiknya.

Teknik Tepat Pemanenan Buah

Pemanenan buah yang salah dapat membuat tanaman menjadi rusak. Kerusakan yang akan terjadi berupa cabang atau dahan yang patah, kulit pohon yang luka, bahkan lebih parahnya lagi tanaman terserang penyakit jamur.

Kerusakan fisik dan gangguan kesehatan pada tanaman, bisa memengaruhi aktivitas tanaman pada tahap atau musim panen berikutnya. Produktivitas tanaman terganggu sehingga kontinuitas pembuahan pada musim selanjutnya pun tertunda.

Pemanenan yang dilakukan dengan cara dan saat yang tepat, praktis menghasilkan buah berkualitas tinggi. Untuk itu, pilihlah buah yang tingkat kematangannya tepat untuk dipetik. Siap tidaknya buah dipetik, sebaiknya dilakukan berdasarkan usia buah dan kondisinya. Kondisi itu meliputi penampilan permukaan kulit, warna kulit, bentuk, dan tekstur buah.

Pada mangga gadung atau arumanis misalnya, buah siap panen kalau tingkat kematangannya telah mencapai 80—85%. Saat itu permukaan kulit sudah halus, berwarna hijau tua atau kuning kehijauan, bentuk buah padat berisi dan membulat pada bagian pangkal, lapisan tepung pada permukaan lilin nyata. Tingkat kemasakan buah itu lazim disebut kematangan petik atau green mature.

Mangga yang dipanen green mature memiliki masa simpan tinggi, dapat tahan 2 minggu dalam kondisi normal. Pemanenan buah dilakukan dengan memotong tangkai buah pakai gunting panen. Hindarkan buah yang siap panen jangan sampai jatuh ke tanah. Buah yang letaknya cukup tinggi, pemetikannya perlu dibantu dengan tangga atau galah yang dilengkapi gunting dan kantung penampung buah.

Panjang tangkai buah yang digunting minimal 10 cm untuk mangga. Adanya sisa tangkai itu pada pangkal buah, berguna untuk menghindari permukaan kulit mangga agar tidak tercemar getah. Buah lain yang bertangkai (apel, belimbing, durian, lengkeng, leci, mangga, manggis, nenas, pisang, rambutan), juga membutuhkan sisa tangkai ketika dipanen.

Sebaiknya, saat semua buah dipanen jangan sampai hilang sama sekali tangkainya dari pangkal buah. Dampak luka pangkal buah tanpa tangkai itu bisa membuat buah lebih cepat rusak atau busuk. Penyebabnya adalah infeksi jamur atau bakteri pembusuk.

 

Sumber: Buku Agar Tanaman Cepat & Rajin Berbuah

loading...
loading...