Tidak Ada Dasar Ilmiah Mengenai Hubungan antara Makanan Organik dan Kesehatan


Pertanianku — Kandungan gizi makanan organik seperti sayuran dianggap lebih sehat dan bergizi daripada sayuran non-organik. Benarkah anggapan tersebut?

Tidak Ada Dasar Ilmiah Mengenai Hubungan antara Makanan Organik dan Kesehatan

Menurut Dr. Cindiawaty Josito Pudjiadi MARS, MS, SpGK—spesialis gizi yang berpraktik di RS Medistra dan RS Gading Pluit, Jakarta, belum ada data ilmiah yang mendukung pernyataan bahwa makanan organik lebih sehat daripada konvensional (non-organik).

Hasil penelitian American Journal of Nutrition yang diterbitkan pada 2010 juga tidak menemukan pengaruh makanan organik terhadap kesehatan.

“Kurang adanya dasar ilmiah tentang hubungan antara makanan organik dengan kesehatan,” tutur Cindiawaty seperti dikutip dari CNNIndonesia.com (16/10).

Lebih jauh, Cindiawaty memaparkan hasil penelitian yang dimuat di American Journal of Clinical Nutrition.

“Dari berbagai penelitian didapatkan (fakta) bahwa tidak ada perbedaan kualitas makanan antara makanan organik dan yang konvensional. Adanya sedikit perbedaan kandungan nutrisi, lebih disebabkan oleh perbedaan cara produksinya,” jelas Cindiawaty.

Hasil penelitian di British Journal of Cancer pada 2014 tentang hubungan konsumsi makanan organik dan kejangkitan kanker juga menyatakan makanan yang diproduksi secara organik tidak menurunkan atau hanya sedikit menurunkan kejangkitan kanker.

“Dikatakan bahwa mengonsumsi makanan yang diproduksi secara organik tidak menurunkan atau hanya sedikit menurunkan kejangkitan kanker,” kutip Cindiawaty.

Berdasarkan berbagai tulisan ilmiah dan penelitian konsumsi makanan organik, belum dapat diketahui secara pasti perbedaan yang terjadi di tubuh manusia antara yang mengonsumsi makanan organik dan makanan konvensional (non-organik).

“Jadi seseorang yang mengonsumsi makanan organik merasa lebih sehat, sampai saat ini belum dapat dikatakan apakah karena makanan organik tersebut,” kata Cindiawaty.

“Akan tetapi,” ia melanjutkan dengan panjang lebar, “kalau orang yang mengonsumsi makanan organik itu juga memilih makanan yang rendah lemak jenuh, dan rendah gula, dan lebih memilih makanan yang mengandung lemak tidak jenuh Omega-3, dan Omega-9, maka makanan yang dikonsumsi tersebut akan sangat membantu untuk meningkatkan kesehatannya, dan menurunkan risiko terkena berbagai penyakit. Apalagi bila didukung dengan olahraga rutin.”

Baca Juga:  Budidaya Tanaman Hidroponik untuk Pemula

Hal yang harus diperhatikan adalah cucilah sayur dan buah di air mengalir sebelum diolah atau dikonsumsi langsung. Selain itu, sebaiknya kita mengonsumsi makanan bergizi lengkap dan seimbang, sesuai kebutuhan dan kondisi kesehatan. Variasikan pula makanan yang dikonsumsi.

“Batasilah makanan yang digoreng atau tinggi lemak jenuh,” Cindiawaty mewanti-wanti. “Hindari juga makanan yang tinggi gula sederhana.”

loading...
loading...