Tips Beternak Ayam Broiler Skala Kecil


Pertanianku – Saat ini bisnis peternakan ayam broiler banyak dilirik karena dirasa cukup menguntungkan. Terlebih potensi pasar ayam broiler sangatlah luas. Bahkan, bisnis beternak ayam broiler pun dapat dilakukan dalam skala kecil terlebih dahulu sebagai pemula. Banyak peternak memulai bisnis beternak ayam broiler dilakukan dari skala kecil hingga lambat laun menjelma menjadi peternakan ayam broiler yang besar. Pasalnya, dalam dunia bisnis proses merupakan salah satu kunci kesuksesan sebuah usaha.

tips-beternak-ayam-broiler-skala-kecil

Umumnya beternak ayam broiler skala kecil banyak dilakukan di daerah pedesaan. Usaha beternak ayam broiler skala kecil tingkat kegagalan sangatlah sedikit. Biasanya, beternak ayam broiler skala kecil peternak hanya memelihara ayam mulai dari 100—500 ekor setiap periodenya.

Dalam skala usaha ternak, populasi 100—500 ekor tergolong dalam skala kecil. Meskipun bisnis yang dijalankan hanya berskala kecil, yang terpenting adalah Anda menguasai teknik pemasaran ayam secara tepat. Hal inilah yang menjadi poin penting kesuksesan beternak ayam broiler yang sedang dijalankan sehingga lama-kelamaan bisnis Anda mengalami peningkatan yang signifikan.

Dalam menjalankan usaha, Anda harus konsisten dan benar-benar memahami teknik beternak ayam broiler dengan tepat. Pasalnya, yang membuat kegagalan dalam menjalankan bisnis ini adalah karena tidak memiliki link pemasaran yang baik. Hal inilah yang harus Anda hindari. Oleh karena itu, penting dilakukan sebelum mulai bisnis Anda mencari tahu bagaimana cara memasarkan ayam broiler nantinya. Atau, paling tidak Anda harus memiliki banyak kenalan untuk memasarkan ayam-ayam ternak Anda.

Pada peternakan ayam broiler, ayam dipelihara selama 40 hari. Setelah 40 hari, ayam harus sudah siap jual ke pasaran. Jika ayam tidak cepat dijual ke pasaran, akan mengakibatkan perpanjangan waktu pemberian pakan. Konsumsi pakan setelah umur 40 hari sangat tinggi, dan menjadi beban berat bagi peternak kecil ataupun besar. Oleh karena itu, Anda harus sudah memiliki pelanggan tetap.

Baca Juga:  Budidaya Tokek Itu Gampang, Begini Caranya!

Berbeda halnya jika peternak bergabung dengan perusahaan kemitraan. Sebagai plasma, mereka memiliki jaminan pemasaran yang sudah pasti. Oleh karena itu, jika ingin menjalankan usaha ayam broiler skala menengah dan besar sebaiknya dijalankan secara kemitraan.

Mengenai teknis cara beternak ayam broiler sebenarnya tidaklah sulit, hampir sama dengan memelihara ayam jenis lain. Kita harus menyediakan kandang dan peralatannya sedini mungkin sebelum DOC datang.

Adapun ukuran kandang ideal adalah 7 ekor/meter persegi. Peralatan dalam kandang terdiri atas penghangat kandang saat DOC baru masuk hingga umur 14 hari, tempat pakan anak dan ayam dewasa, tempat minum, dan listrik. Selain itu, sediakan pula obat-obatan seperti vitamin, vaksin, sanitaser, dan obat-obatan. Gunakan litter untuk DOC hingga umur 14 hari.

Hal yang paling penting diperhatikan dalam manajemen ternak ayam broiler adalah cara pemberian makanan. Jika kita mampu melakukan efisiensi penggunaan pakan, bisa dipastikan 80% proses budidaya yang dilakukan akan menghasilkan keuntungan. Modal atau uang keluar paling besar dalam proses pemeliharaan ayam pedaging ada pada biaya pakan.

Untuk pemberian obat-obatan dan vitamin, dapat dibaca langsung di brosurnya. Ikuti saja petunjuk pemakaiannya. Secara umum, pemberian vitamin dilakukan setiap hari dan obat-obatan diberi hingga umur 21 hari. Sementara itu, vaksinasi dilakukan sebanyak 3 kali, dimana vaksin tetes dilakukan 1 kali dan vaksin minum sebanyak 2 kali.

Demikianlah tips beternak ayam broiler skala kecil. Selamat mencoba!

loading...
loading...