Tips Jitu Membuat Pupuk Organik dari Urine Sapi

Pertanianku – Pada pertanian organik pupuk yang digunakan pun harus organik seperti pupuk kompos atau pupuk organik cair. Pemakaian pupuk organik cair biasanya untuk merangsang pertumbuhan tanaman. Sementara itu, penggunaan pupuk kompos dan pupuk organik cair menjadi pilihan karena bebas residu. Dengan demikian, aman bagi pertumbuhan tanaman dan menghasilkan produk pertanian yang aman dikonsumsi oleh manusia.

Jika pupuk kompos digunakan untuk memperbaiki sifat tanah, pupuk ini lebih banyak digunakan oleh petani untuk merangsang pertumbuhan akar dan daun pada tanaman. Pada cabai, tomat, lada, dan tanaman yang menghasilkan buah lainnya, penggunaan pupuk organik cair mampu merangsang tanaman untuk cepat berbunga atau berbuah.

Salah satu bahan yang bisa dimanfaatkan untuk membuat pupuk organik cair adalah urine sapi. Pemanfaatan urine sapi sebagai pupuk ini harus melewati tahapan fermentasi terlebih dahulu, dicampur dengan beberapa bahan lain untuk mendapatkan manfaat yang lebih.

Berikut proses pembuatan pupuk organik dari urine sapi:

Bahan:

  • Urine sapi 20 liter
  • Gula merah 1 kg, atau bisa menggunakan tetes tebu 1 liter
  • Air rendaman kedelai sebanyak 1 gelas atau 250 ml
  • Empon-emponan seperti kunyit, jahe, kencur, atau lengkuas (pilih salah satu, gunakan ½ kg)
  • Air biasa 4 liter
  • Bakteri dekomposer (bisa menggunakan larutan EM4)

Cara membuat:

  1. Empon-emponan ditumbuk sampai halus, lalu rebus dengan 4 liter air sampai mendidih.
  2. Diamkan empon-emponan yang sudah mendidih sampai dingin, lalu campur dengan urine sapi, gula merah atau tetes tebu, air rendaman kedelai dan tambahkan bakteri dekomposer.
  3. Masukkan semua bahan yang telah tercampur ke wadah bertutup atau bisa menggunakan jerigen. Lalu, tutup rapat dan diamkan selama 3 minggu.
  4. Pada proses fermentasi ini, buka tutup wadah sehari sekali untuk membuang gas yang dihasilkan di dalam wadah.
  5. Setelah 3 minggu, pupuk organik cair hasil fermentasi siap digunakan. Saring terlebih dahulu jika ingin menggunakannya dengan alat semprot tanaman.

Dosis penggunaan pupuk:

Perangsang pertumbuhan akar

Jika ingin merangsang pertumbuhan akar, pupukcair digunakan untuk merendam biji atau benih. Selain itu, akar bibit juga dapat direndam dengan pupuk cair sebelum proses tanam.

Untuk biji atau benih yang hendak disemai, dapat menggunakan pupuk organik cair yang dicampur dengan air bisa dengan kadar 10% atau dengan perbandingan 1:10. Sementara itu, untuk penggunaan pada bibit yang hendak ditanam, gunakan komposisi yang sama untuk merendam akar bibit selama 10 menit saja. Penggunaan pupuk organik cair yang digunakan untuk merendam benih atau biji dan bibit tanaman, akan mampu merangsang pertumbuhan akar tanaman.

Perangsang pertumbuhan daun

Penggunaan pupuk cair sebagai perangsang pertumbuhan daun menggunakan komposisi yang sama seperti pada benih atau bibit, yakni dengan perbandingan 1:10 menyesuaikan kebutuhan. Cara penggunaannya adalah dengan menyemprotkan langsung pada tanaman yang telah masuk pada usia pemupukan.

Penggunaan pupuk organik cair pada tanaman akan mampu memaksimalkan pertumbuhan tanaman dan hasil produksi. Pupuk organik cair aman digunakan karena terbuat dari bahan yang mudah terurai dan tidak meninggalkan residu pada tanaman ataupun lingkungan yang berbahaya bagi manusia.

loading...
loading...