Tips Jitu Memilih Bibit Burung Puyuh Berkualitas

0

Pertanianku – Burung puyuh merupakan burung yang dapat dikonsumsi. Tidak hanya dagingnya yang bisa dikonsumsi, tetapi telurnya pun juga bisa dikonsumsi. Saat ini budidaya burung puyuh dianggap sebagai bisnis yang cukup potensial untuk dikembangkan.

Tips Jitu Memilih Bibit Burung Puyuh Berkualitas

Secara umum bisnis burung puyuh dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu penghasil telur, penghasil daging, dan pembibitan. Setiap jenis ini memiliki pendekatan budidaya yang berbeda. Berikut tips jitu dalam memilih bibit burung puyuh berkualitas.

  1. Carilah bibit dari peternak

Untuk mendapatkan bibit, Anda harus memerhatikannya dengan baik. Belilah bibit burung puyuh dari peternakan yang sudah berjalan lama.

Pastikan juga bahwa peternakan tersebut memiliki track record yang baik dalam menghasilkan bibit. Jika ada, hubungi peternak-peternak lain yang memiliki pengalaman membeli di tempat tersebut.

Jangan membeli bibit burung puyuh di pasar burung. Memang, harga di pasar burung biasanya lebih murah dibanding peternak. Namun, untuk menghasilkan telur-telur yang berkualitas, Anda harus mengambil dari sumber yang berkualitas pula.

  1. Calon bibit induk sebaiknya berumur sekitar 3 minggu

Calon bibit yang baik dan unggul berumur sekitar 3 minggu. Jangan memilih bibit yang terlalu tua atau terlalu muda. Umur bibit ini akan memengaruhi kualitas telur yang dihasilkan nanti. Jadi, jangan menganggap remeh umur bibit burung puyuh yang akan dibeli agar bisnis Anda berjalan maksimal.

  1. Perhatikan ciri-ciri fisik bibit burung puyuh unggul

Beberapa ciri-ciri fisik bibit burung puyuh unggul sebagai berikut.

  • Lincah dan aktif bergerak. Jika bibit yang akan Anda beli diam saja, kemungkinan sedang terserang penyakit.
  • Bentuk tubuh sempurna, simetris, dan anggota tubuhnya lengkap.
  • Warna bulunya cerah dan tidak kusam.

Jika bibit burung tidak memenuhi ketiga ciri tadi, sebaiknya carilah bibit di tempat lain.

  1. Hindari membeli burung puyuh tua

Jika Anda membeli bibit burung puyuh di pasaran, terkadang penjual akan memberikan burung puyuh yang telah tua. Di pasar rawan sekali dengan penipuan. Apalagi jika penjual tahu kalau Anda masih awam atau pemula. Sementara itu, para peternak yang sudah sukses umumnya ingin membuat pelanggan percaya dengannya dan terus melakukan pembelian secara rutin.

  1. Pastikan bukan burung jantan

Untuk memulai bisnis budidaya burung puyuh, Anda harus mencari bibit burung puyuh betina sebagai penghasil telur. Bibit yang harus Anda beli juga bibit betina, bukan bibit jantan.
Lalu, bagaimana membedakannya? Berikut cara membedakan burung puyuh jantan dan betina.

  • Bibit burung puyuh jantan memilih benjolan di bagian pantat seperti kelereng, sedangkan pada burung puyuh betina tidak ditemukan benjolan di bagian pantatnya.
  • Bulu dada burung puyuh betina berwarna sawo matang dan terdapat garis atau bercak hitam. Sementara itu, burung puyuh jantan tidak memiliki garis atau bercak hitam
  • Burung puyuh jantan berkokok, sedangkan betinanya tidak.
  • Ukuran tubuh betina lebih besar daripada jantan.
loading...
loading...