Tips Pintar Budidaya Jahe Merah di Karung

0

Pertanianku – Jahe merah merupakan salah satu rempah yang memiliki banyak manfaat untuk manusia. Jahe merah biasanya diolah menjadi minuman kesehatan seperti sekoteng, bandrek, atau wedang.

Tips Pintar Budidaya Jahe Merah di Karung

Untuk mendapatkan jahe merah sangat mudah. Saat ini bahkan banyak masyarakat yang mulai membudidayakan jahe merah, baik untuk penggunaan sendiri maupun untuk kepentingan industri.

Budidaya jahe merah bisa menjadi usaha yang cukup potensial. Cara budidaya jahe merah juga relatif mudah dan bisa ditanam baik di karung. Untuk mulai menanamnya Anda tidak membutuhkan lahan yang luas. Bahkan, pekarangan/halaman rumah pun bisa dilakukan. Berikut tips pintar budidaya jahe merah dengan media karung sebagai wadahnya.

Pembibitan

Prosedur untuk budidaya jahe merah sebaiknya dimulai dari proses penyemaian dahulu sebelum menanamnya di media pembesaran. Sebagai langkah awal, Anda perlu menyiapkan rimpang yang akan dijadikan bibit. Pilih rimpang berukuran besar, mulus, tanpa cacat fisik, atau terserang hama penyakit. Bersihkan rimpang dan jemur sampai air di dalamnya menguap sempurna. Selanjutnya, simpan rimpang bibit selama 1—1,5 bulan, lalu potong rimpang menjadi beberapa bagian yang masih mempunyai 3—5 mata tunas.

Jemur rimpang selama sehari. Lalu, masukkan bibit dalam karung goni dan rendam dalam air selama 6 jam, kemudian tiriskan sampai kering. Setelah itu, semaikan bibit pada media tanam dari campuran tanah dan pupuk kandang/kompos dengan perbandingan 3 : 1. Tanam bibit dalam media kemudian timbun dengan tanah tipis-tipis. Lakukan penyiraman sebanyak 2 kali sehari selama 2—4 minggu.

Penanaman

Buatlah media tanam dari campuran tanah dan pupuk kandang/kompos dengan perbandingan 3 : 1. Setelah itu, masukkan media tanam tersebut ke karung goni dengan ketinggian 15 cm (1/5 tinggi karung). Ambil dan pisahkan rimpang jahe hasil persemaian menjadi 2—3 ruas dengan minimal 2 mata tunas per bibitnya. Tanam bibit sedalam 3—5 cm dalam karung goni. Isi karung sebanyak 2—3 tanaman atau 200 gram bibit/karung goni.

Perawatan

Lakukan penyiraman secara teratur pada pagi dan sore hari selama tanaman masih berusia seminggu. Penyiraman lanjutan bisa dilakukan setiap sehari sekali dan saat usia tanam 2—4 minggu lakukan penyiangan. Setelah masuk usia 2—3 bulan, tinggikan guludan dengan tanah sekitar sambil diberikan pupuk kompos/pupuk kandang (3 : 1) dengan tinggi sekitar 10 cm. Penyiangan dan peninggian guludan dilakukan secara berkala sampai usia 8—10 bulan.

Pemanenan

Jahe merah sudah siap dipanen saat memasuki umur 10—12 bulan. Ciri-ciri jahe siap panen adalah warna daun menguning, batang mulai mengering. Bongkar tanah hati-hati jangan sampai rimpang jahe terluka. Bersihkan tanah dan kotoran dengan air bersih, kemudian tiriskan dan jemur selama 1 minggu agar jahe awet. Simpanlah jahe merah yang telah dipanen di tempat terbuka dan kering.

loading...
loading...