Tips Sukses Budi Daya Kecipir

0

Pertanianku – Kecipir merupakan tanaman yang cukup mudah dibudidayakan terlebih di Indonesia. Tanaman ini dapat tumbuh di dataran rendah ataupun dataran tinggi bahkan hingga mencapai ketinggian 1.600 mdpl. Kecipir dapat hidup di tanah yang memiliki bahan organik rendah, lempung, berpasir, ataupun tanah kering.

Tips Sukses Budi Daya Kecipir

Pada perawatannya, kecipir tidak terlalu memerlukan banyak air. Daya tahan kecipir ini juga dapat dibilang baik. Jika Anda tertarik untuk membudidayakannya, berikut tips sukses budi daya kecipir.

Persiapan benih

Hal pertama dalam budi daya kecipir adalah mempersiapkan benih. Untuk mendapatkan benih kecipir, kita dapat memanfaatkan polong kecipir yang sudah tua, kemudian biarkan polong matang sampai kering di batangnya. Polong yang baik untuk digunakan menjadi benih berciri sebagai berikut.

  • Panjangnya 15—20 cm.
  • Bentuk buah normal.
  • Tidak terkena hama-penyakit.
  • Buah kelihatan kompak.

Setelah dikeringkan, pilihlah biji-biji berkualitas baik yang berciri antara lain ukuran biji normal (seragam), padat berisi, tidak keriput, tua, dan sehat. Banyaknya benih yang dibutuhkan untuk penanaman satu hektar lahan antara 10 hingga 15 kg.

Pengolahan tanah dan penanaman

Pada budi daya kecipir agar menghasilkan tanaman yang bagus dan berkualitas harus memerhatikan pengolahan tanah. Sebelum benih ditanam, lakukan pengolahan tanah terlebih dahulu hingga tanah gembur. Berikan pupuk kandang sebanyak 10 ton/hektare. Selain itu, tambahkan urea 100 kg, TSP 150 kg, dan KCI 150 kg per hektar. Selanjutnya, buat lahan menjadi guludan-guludan dengan lebar 20 cm dan panjang 2—4 m atau sesuai dengan panjang lahan yang akan ditanami.

Antarguludan dibuat sebuah parit kecil. Jarak antarguludan bisa dikira-kira. Tidak perlu lebar yang penting dapat dilewati kita. Setiap guludan nantinya hanya dibuat menjadi satu baris tanaman.

Lubang tanam dibuat dengan tugal, jaraknya 25—35 cm dengan posisi di tengah-tengah guludan. Selanjutnya, masukkan 2—3 biji ke setiap lubang. Waktu yang tepat untuk menanam kecipir ini dilakukan pada awal musim hujan. Namun, apabila terpaksa, penanaman di akhir musim hujan juga dapat dilakukan.

Pemeliharaan tanaman

Kecipir cukup tahan terhadap kondisi kering sehingga penyiraman dilakukan bila diperlukan saja. Jangan lupa untuk selalu rajin untuk mencabuti gulma terutama pada saat musim hujan. Jaga selalu kegemburan tanah dan lakukan pemberian pupuk urea dan TSP 2 kali, yaitu pertama kali penanaman dan saat kecipir sudah berumur sekitar 3 minggu. KCI diberikan sekaligus pada saat tanam.

Setelah tanaman tersebut sudah cukup besar atau setinggi 10 cm, siapkan bambu sebagai ajir. Bambu tersebut dibelah menjadi beberapa bagian, panjangnya sekitar 1,5—2 m. Tancapkan bambu di tanah dan ikatkan batang kecipir. Ini dilakukan agar kecipir merambat ke bambu.

loading...
loading...